Berbeda dengna tiga rekan senegaranya yang masuk Pelatnas, Bayu merupakan salah satu anak didik klub PB Djarum. Belakangan, Bayu memang sedikit terpinggirkan karena kalah berprestasi dengan ketiga rekannya tersebut.
Menanggapi kompetisi antar rekan senegara itu, Bayu optimistis bisa mendapat kesempatan menjadi yang terbaik bagi Indonesia. Hal itu sempat dibuktikannya ketika berhasil menaklukkan salah satu wakil Indonesia, Evert Sukamta, pada fase kualifikasi pertama BIOSSP.
Bayu menaklukkan Evert dengan skor ketat 21-18, 15-21, dan 21-14. Jalannya pertandingan berlangsung sengit karena kedua pemain sempat menampilkan kemampuan terbaik. Bayu gagal menang dengan skor straight game karena sempat mengendorkan perlawanan pada game kedua.
“Di game pertama, saya mencoba untuk mempercepat tempo permainan, saat sudah dapat ritmenya, saya justru kendor di game kedua. Pada game kedua, saya mencoba untuk menikmati permainan,” kata Bayu seusai laga.
“Saya punya motivasi ingin bisa seperti Ginting tahun lalu, dia berangkat dari daftar tunggu dan bisa ke perempat final. Tidak munafik, saya juga ingin memberi yang terbaik. Target pertama saya sekarang bisa lolos ke putaran pertama,” tambah Bayu, pemilik tinggi badan 183 centimeter ini.
Pemain asal Malaysia, Goh Soon Huat, akan menjadi lawan Bayu di perebutan tiket babak utama petang ini. Sementara itu, Shesar Hiren Rhustavito yang juga dari PB Djarum, berhasil melewati babak kualifikasi pertama dengan mengalahkan Vladimir Malkov (Rusia), 21-14, 21-17. Shesar akan menantang pemain Tiongkok, Huang Yuxiang di final kualifikasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News