Hendra Setiawan (kiri) dan Mohammad Ahsan (kanan). (Foto: Humas PBSI)
Hendra Setiawan (kiri) dan Mohammad Ahsan (kanan). (Foto: Humas PBSI)

Cara Hendra Setiawan Mengatasi Performa Buruk

Olahraga bulu tangkis
Kautsar Halim • 21 Juni 2019 17:35
Jakarta:Hendra Setiawan berbagi cerita tentang pengalamannya sebagai salah satu pebulu tangkis ganda putra terbaik Indonesia. Menurutnya, performa maksimal di lapangan belum tentu bisa didapat dalam setiap pertandingan.
 
Pria berusia 34 tahun itu menjelaskan, permainan buruk bagi tiap atlet sulit diprediksi kapan bakal terjadi. Bahkan, sekalipun sang atlet sudah melakukan persiapan sebaik mungkin menjelang pertandingan. Penyebabnya juga belum tentu bisa diketahui.
 
"Kalau ada yang bilang mainnya lagi enggak enak, itu memang bisa saja dialami sama pemain dan saya pun begitu. Kalau saya, permainan enggak enak itu terjadi ketika netting nyangkut terus atau sering melakukan kesalahan sendiri," tutur Hendra.

Klik:Kelemahan Anthony Ginting di Mata Pelatih


Hendra melanjutkan, keadaan tersebut tidak boleh terlalu lama dibiarkan. Seorang atlet harus tahu cara mengatasinya dan biasanya memang punya cara masing-masing. Dalam hal ini, Hendra yang berpasangan dengan Mohammad Ahsan biasanya bakal berkomunikasi lebih intens dan menjajal berbagai pukulan yang tepat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau saya, jadi mainnya drive dulu, asal masuk dulu, tapi kadang asal masuk pun enggak dapat feel-nya. Nggak gampang, kan? Pernah, kami berdua malah enggak enak mainnya. Setelah itu kami diskusikan mau bagaimana ini? Apa main defense dulu? Harus bicara kalau saya lagi enggak enak mainnya," jelas Hendra.
 
"Jangan ada rasa sungkan, harus mengakui dan jangan gengsi. Sebenarnya semua pemain pasti pernah merasa kalau permainan partnernya sedang tidak enak. Kalau sudah begitu harus saling mengerti," tambahnya.

Klik:PBSI Andalkan Tiga Sektor di Indonesia Open 2019


Sebagai hasil komunikasi, lanjut Hendra, biasanya dia dan Ahsan bertukar tugas di lapangan. Hendra yang menerima pukulan di depan net harus rela dirotasi ke belakang. Strategi tersebut sudah dilakukan Hendra ketika masih berpasangan dengan Markis Kido yang menemaninya meraih emas Olimpiade 2008.
 
"Kalau sampai akhir pertandingan performanya belum kembali, kami bisa ganti peran sampai laga berakhir. Tapi semuanya balik lagi tergantung kondisi di lapangan," pungkas Hendra.
 
Hendra/Ahsan sedang menduduki ranking empat dunia. Selain menyabet emas Olimpiade 2008, Hendra juga pernah memenangkan Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis sebanyak tiga kali (2007, 2013 dan 2015). Selanjutnya, Hendra/Ahsan sudah ditunggu event Indonesia Open 2019 pada 16-21 Juli mendatang. (Badminton.org)
 

 

(KAU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif