Greysia/Nitya tampil anti klimaks di final saat mereka dengan mudah menyerah dari Tang/Tian. Akan tetapi, mereka berdua mengaku bahwa di final ini mereka sudah mengeluarkan semua kemampuan yang mereka punya.
"Kami tetap bersyukur apapun hasilnya. Ini yang sudah kami keluarkan semua, bukan hanya hari ini tapi dari kemarin. Saya berharap bisa lebih baik ke depannya," ujar Greysia kepada wartawan selepas pertandingan.
Sebenarnya, Greysia/Nitya sempat tampil baik di awal game pertama. Akan tetapi, saat interval di angka 11 dan unggul satu poin mereka justru melempem dan malah kalah 11-21 di game pertama. Penampilan buruk di game pertama ternyata juga berlanjut sampai game kedua.
"Kami sempat terhenti di angka 11 karena mereka mulai menekan dan kami untuk membongkar pertahanannya sudah susah. Kami akui kami sulit kembali ke permainan awal," sambung Nitya.
Sementara itu, pelatih Greysia/Nitya, Eng Hian ternyata cukup puas dengan hasil yang diraih anak asuhnya. Akan tetapi, ia mengaku akan tetap mengevaluasi hasil ini dan dijadikan pelajaran untuk Kejuaraan Dunia Agustus mendatang.
"Hasil dari ganda putri ini dari sisi target dan progres saya cukup puas. Dari penampilan di final tentu akan ada evaluasi lagi. Evaluasi ini akan berguna di Kejuaraan Dunia," ucap Eng Hian.
Kekalahan Greysia/Nitya ini membuat Indonesia tanpa raihan gelar di Indonesia Open 2015. Ini jadi yang kedua setelah tahun lalu Indonesia juga gagal membawa satupun gelar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News