Kemenangan yang didapat Lindaweni membuat Indonesia memiliki dua wakil tunggal putri pada perempat final. Sebelumnya tiket ke 8-besar sudah lebih dulu didapat Maria Febe Kusumastuti usai mengalahkan wakil Hong Kong, Yip Pui Yin.
Keunggulan di atas kertas yang dimiliki lawan bukan hambatan bagi Lindaweni untuk berprestasi. Sepanjang laga, ia terbukti mampu memberikan perlawanan sengit meski jarang menyajikan pukulan-pukulan keras atau smes.
Sejak game pertama, lawannya yang merupakan unggulan keempat turnamen ini tidak pernah membiarkan Lindaweni untuk unggul. Namun berkat kejeliannya membaca permainan lawan, game pembuka berhasil ia rebut.
Situasi pada game kedua tidak berbeda. Bahkan, Linda tampil heroik pada saat-saat akhir. Buktinya ia tetap bisa menang meski Tzu Ying sempat memimpin pada 19-15.
"Saya sudah hapal permainannya. Saya terus menyerangnya. Tapi saya sempat kesulitan menjaga fokus. Lagipula, Tzu Ying merupakan pemain papan atas," ujar Lindaweni seusai pertandingan.
"Intinya, saya hanya tidak boleh lebih lambat dari dia. Juga tidak boleh ketinggalan poin. Kalau soal kendala angin, kita tadi sama-sama kalah angin juga," tutup Lindaweni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News