Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. (Foto: CN-STR / AFP)
Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. (Foto: CN-STR / AFP)

Gagal di All England, Fajar/Fikri Siap Bangkit di BAC 2026

Kautsar Halim • 03 April 2026 06:37
Ringkasnya gini..
  • Fajar Alfian / Muhammad Shohibul Fikri bertekad bangkit usai tersingkir lebih awal di All England 2026.
  • Fokus kini diarahkan ke Badminton Asia Championships 2026 sebagai momentum kebangkitan performa.
  • Pasangan ganda putra Indonesia ini memilih fokus pada kesiapan sendiri meski berpotensi menghadapi rival sesama Indonesia di babak lanjutan.
Jakarta: Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, bertekad bangkit dan menebus hasil mengecewakan usai tersingkir lebih awal di All England 2026. Kini, fokus mereka sepenuhnya tertuju pada Badminton Asia Championships (BAC) 2026 sebagai momentum kebangkitan.
 
Kegagalan di turnamen bergengsi tersebut menjadi bahan evaluasi penting. Fajar/Fikri mengaku telah memanfaatkan waktu persiapan selama beberapa pekan terakhir untuk membenahi berbagai aspek permainan sebelum tampil di Ningbo, Tiongkok.
 
"Persiapan sudah cukup baik. Ada waktu sekitar dua sampai tiga pekan, jadi kami bisa lebih siap. Tinggal nanti dilihat bagaimana praktiknya di pertandingan," ujar Fajar di Pelatnas PBSI, seperti dikutip Antara.
 

Bangkit dari Kekalahan, Fokus ke Diri Sendiri


Di All England 2026, Fajar/Fikri harus mengakui keunggulan pasangan muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, dalam pertarungan tiga gim. Kekalahan tersebut menjadi yang ketiga secara beruntun dari juniornya, sekaligus mempertegas pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.

Meski hasil undian BAC 2026 membuka peluang pertemuan ulang di semifinal, Fajar menegaskan bahwa dirinya tidak ingin terjebak memikirkan potensi rivalitas tersebut.
 
"Kalau melihat undian, semua punya peluang. Pemain di Badminton Asia Championships juga bagus semua, jadi kami lebih fokus ke diri sendiri dulu," tegasnya.
 

Tantangan Berat di Laga Perdana


Pada pertandingan pembuka BAC 2026, Fajar/Fikri dijadwalkan menghadapi pasangan Thailand, Pharanyu Kaosamaang/Tanadon Punpanich. Laga ini diprediksi tidak mudah, mengingat kekuatan merata di level Asia. Untuk itu, mereka berencana memaksimalkan diskusi dengan pelatih dan tim analis guna memetakan strategi terbaik.
 
"Setelah ini, kami akan banyak diskusi dengan partner, pelatih, dan tim analis untuk persiapan menghadapi lawan-lawan di BAC," tutur Fajar.
 

Bidik Hasil Lebih Baik di BAC 2026


Dalam tiga edisi terakhir Kejuaraan Asia, Fajar belum mampu menembus semifinal. Kini bersama Fikri, peluang untuk memperbaiki catatan tersebut kembali terbuka, meski target tetap dipasang secara realistis.
 
Dengan persiapan yang lebih matang dan semangat untuk bangkit, Fajar/Fikri berharap dapat menunjukkan performa terbaik dan membawa pulang hasil maksimal dari Ningbo.
 
"Target pasti semua ingin yang terbaik, tapi kami mencoba step by step. Di pertandingan pertama juga langsung lawan pasangan Thailand, kami juga masih perlu mempelajari mereka," pungkas Fajar.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan