Piala Thomas (Kiri) dan Piala Uber (Kanan). (Foto: moj.estranky.cz)
Piala Thomas (Kiri) dan Piala Uber (Kanan). (Foto: moj.estranky.cz)

Menapak Tilas Piala Thomas dan Uber

Alfa Mandalika • 13 Mei 2016 12:19
medcom.id, Jakarta: Tidak berapa lama lagi, kejuaraan Piala Thomas dan Uber akan digelar di Khunsen, Tiongkok 15 - 22 Mei. Tentu, persaingan di ajang beregu paling bergengsi di dunia menarik untuk disimak. Namun, sebelum menyaksikan pertandingannya, tidak ada salahnya kita melihat sejenak sejarah kejuaraan tersebut.
 
Asal muasal nama Piala Thomas diambil dari nama Sir George Alan Thomas. Ia merupakan mantan Presiden IBF (Federasi Bulu Tangkis Internasional). Ia menjadi penggagas kejuaraan ini. Piala Thomas merupakan kejuaraan tertua yang digelar oleh IBF. Pada edisi pertama kejuaraan (1948) ada 10 negara yang ikut serta yakni: Kanada, Denmark, Inggris, Prancis, Irlandia, Bosnia, Amerika Serikat, India, Malaysia, dan Swedia.
 
Menapak Tilas Piala Thomas dan UberGeorge Alan Thomas merupakan atlet bulu tangkis asal Inggris. Ia juga mampu meraih tujuh kali juara All England. Selain aktif sebagai pebulu tangkis, Thomas juga seorang atlet catur.

Sepanjang sejarah kejuaraan, hanya ada empat negara yang mampu menjadi juara. Negara itu ialah Tiongkok, Malaysia, Indonesia, dan Jepang. Format Piala Thomas, setiap tim peserta terdiri dari tiga pemain tunggal dan dua ganda.
 
Menapak Tilas Piala Thomas dan UberSementara itu, kejuaraan Piala Uber diambil dari nama mantan pebulu tangkis Inggris, Betty Uber. Kejuaraan pertama kali digelar pada 1957. Format Piala Uber, setiap tim peserta terdiri dari tiga pemain tunggal dan dua ganda. Sepanjang sejarah kejuaraan ini digelar, Tiongkok menjadi negara paling sukses dengan menorehkan 13 kali juara.
 
Betty Uber seorang atlet bulu tangkis Inggris yang memiliki ide membuat kejuaraan beregu putri. Alhasil, kejuaraan tersebut diberi nama Piala Uber. Semasa aktif menjadi pebulu tangkis, Betty memenangkan 13 gelar juara All England, 1 dari tunggal putri, 4 dari ganda putri, dan 8 dari ganda campuran.
 

 

*Menanti Prestasi Indonesia di Kejuaraan Beregu Paling Bergengsi
 
Indonesia mengusung target tinggi pada kejuaraan Piala Thomas dan Uber 2016. Tidak tanggung-tanggung, kontingen Merah Putih menargetkan juara pada beregu putra dan menembus babak delapan besar untuk beregu putri.
 
Memang tidak salah jika suatu negara menginginkan prestasi terbaik pada ajang beregu paling bergengsi sekolong langit. Pasalnya, menjadi juara di ajang tersebut bisa memberikan rasa bangga tersendiri bagi atlet dan mengangkat gengsi suatu negara.
 
Indonesia tercatat menjadi raja pada nomor beregu putra dengan 13 kali kemenangan. Khususnya, pada medio 1950 -- 2000. Ketika itu, Indonesia masih diperkuat oleh nama-nama besar macam Rudy Hartono (tunggal putra), Liem Swie King (tunggal putra), Alan Budikusuma (tunggal putra), dan Haryanto Arbi (tunggal putra).
 
Kini, Indonesia yang didominasi oleh pebulu tangkis muda coba mengulang prestasi dari para pendahulu. Motivasi kian berlipat lantaran terakhir kali menjadi juara Thomas pada 2002. Ketika itu, Indonesia menyudahi perlawanan Malaysia 3-2!
 
Berbeda dengan raihan tim Thomas, tim Uber Indonesia boleh dibilang tertinggal dari negara-negara pesaing. Tengok saja terakhir kali srikandi bulu tangkis Indonesia menjadi juara, itu terjadi pada 20 tahun silam. Waktu yang sangat lama bagi negeri yang memiliki sejarah oke di dunia bulu tangkis. Hal itu tentu menjadi pekerjaan rumah PBSI untuk mencari formula terbaik demi mengangkat prestasi tim putri Indonesia. Namun, PBSI tidak bisa bekerja sendiri, harus ada bantuan dari pihak-pihak terkait termasuk pemerintah.
 
Indonesia datang ke Tiongkok datang dengan optimisme yang tinggi. Presiden Joko Widodo bahkan mengatakan, ia mempunyai feeling Indonesia bisa berprestasi. "Jaga kekompakan, semangat. Feeling saya kita menang," tegas Jokowi disambut teriakan Amin dan tepuk tangan atlet tim Thomas dan Uber beserta jajaran pengurus PBSI di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (10/5/2016).
 
Menapak Tilas Piala Thomas dan Uber
Hendra Setiawan memimpin rombongan Piala Thomas. (Foto: Ant/Prasetyo Utomo)
 
Setali tiga uang, kapten tim Thomas Indonesia, Hendra Setiawan percaya dengan kemampuan rekan-rekannya. "Saya yakin dengan tim saya, ada pengalaman di Hyderabad (Kualifikasi Piala Thomas-Uber). Di final mereka bisa nunjukin yang terbaik," ucap Hendra.
 
“Saat ini, lawan-lawan kami telah mengantisipasi permainan kami. Tapi di sisi lain, dengan kemenangan itu, kepercayaan pemain muda untuk bisa menang dengan pemain yang lebih senior pun semakin tinggi dan itu menjadi modal juga buat kami,” sambung Hendra.
 
Tim Thomas Indonesia sudah menyiapkan pebulu tangkis terbaik untuk mengamankan gelar. Mereka ialah Tommy Sugiarto, Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, Ihsan Maulana Mustofa, Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan, Angga Pratama, Ricky Karanda Suwardi, Kevin Sanjaya Sukamuljo, dan Marcus Fernaldi Gideon.
 
Sedangkan tim Uber harus kehilangan Nitya Krishinda Maheswari dan Linda Wenifanetri. Akan tetapi, PBSI sudah menyiapkan 10 pemain yang siap bersaing yakni Maria Febe Kusumastuti, Firtiani, Hanna Ramadini, Gregoria Mariska, Greysia Polii, Anggia Shitta Awanda, Ni Ketut Mahadewi Istarani, Della Destiara Haris, Rosyita Eka Putri Sari, dan Tiara Rosalia Nuraidah.
 
Semoga saja, keinginan tim Indonesia meraih prestasi bisa terwujud di kejuaraan beregu dunia. Good Luck Indonesia!
 
  Klik video selengkapnya di sini
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan