Keseringan Bikin Kesalahan
Fajar/Fikri merasa tidak dapat mengeluarkan kemampuan terbaik mereka pada pertandingan hari ini. Kesalahan demi kesalahan terus dilakukan Fajar/Fikri dan permainan mereka pun sulit berkembang.“Terima kasih untuk yang sudah dukung kami, mohon maaf kami belum bisa maju ke babak selanjutnya. Lawan bermain sangat siap sekali, sangat baik sekali. Mereka bermain defense balik serang dan mempunyai defense yang sangat rapat,” kata Fajar.
“Serangan kami juga tidak bisa menembus pertahanan mereka. Kami mau cepat-cepat mematikan, malah jadi boomerang buat kami sendiri. Kami banyak melakukan kesalahan sendiri,” tambahnya.
Baca juga: Indonesia Open 2026: Kesabaran Tiwi/Fadia jadi Kunci Singkirkan Unggulan 3
Fajar/Fikri sudah berusaha untuk mengubah pola permainan setelah kalah di game pertama. Pelatih pun sudah memberikan beberapa opsi pola permainan untuk mengantisipasi lawan.“Usaha (ubah pola main) pasti ada ya, dari awal juga kami selalu berusaha. Cuma memang di saat kami sedang berusaha, mereka juga bermain sangat solid, sangat kuat sekali defense-nya,” ucap Fikri.
“Pelatih tadi sudah kasih beberapa opsi untuk mengubah strategi dan kami sudah coba untuk terapkan, tapi memang permainan kami bukan main defense ya. Kami sudah mencoba, tapi serangan lawan juga bagus,” tutur Fajar.
Bukan Karena Back to Back
Pekan lalu, Fajar/Fikri tampil cukup baik dengan menembus final Singapore Open 2021 yang merupakan turnamen level Super 750. Sayangnya, Fajar/Fikri belum bisa melanjutkan tren positif ini di Istora.“Soal efek back-to-back turnamen, sudah biasa ya, tergantung pemainnya bisa jaga kondisi atau tidak. Tapi memang hari ini lawan bermain sangat baik dan mungkin bisa dibilang ini penampilan paling buruk sejak awal saya berpasangan dengan Fikri,” ungkap Fajar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News