Alwi Farhan (dok. PBSI)
Alwi Farhan (dok. PBSI)

Kejuaraan Dunia BWF

Kejuaraan Dunia BWF 2026: Hafal Gerakan Lawan, Alwi Melaju ke 32 Besar

Gregorius Gelino • 17 Agustus 2026 15:53
Ringkasnya gini..
  • Alwi memanfaatkan waktu seminggu untuk mempelajari pola undian hingga berhasil menghafal gaya permainan Yoo Tae Bin dan mengantisipasinya secara akurat.
  • Memaksimalkan hari libur bertanding dengan menjaga pola makan, kualitas tidur, serta fokus mental day by day agar fisik siap menghadapi laga berikutnya.
  • Menganggap Kejuaraan Dunia sebagai turnamen sakral, Alwi berkomitmen terus berjuang dan "memantaskan diri" untuk menjadi juara yang dipilih Tuhan.
New Delhi: Alwi Farhan mendepak wakil Korea Selatan, Yoo Tae Bin, untuk menembus babak kedua Kejuaraan Dunia BWF 2026. Alwi menang dua game langsung atas Yoo dengan skor 21-17 dan 21-12.

Hafal Gaya Main Lawan

Kemenangan ini bukan hasil kebetulan. Alwi mengungkapkan bahwa persiapan matang yang dilakukannya selama lebih dari seminggu menjadi kunci utama dominasinya di lapangan.
 
"Alhamdulillah memang sudah dipersiapkan dari sebelum-sebelumnya. Ada waktu seminggu lebih saya rasa untuk mempelajari undian dan itu bagus buat saya. Jadi memang tadi sudah antisipasi, bahkan saya sangat hafal dia mau berbuat seperti apa. Ini bagian dari preparation yang saya lakukan dan ada hasilnya, saya harap bisa keep it the standard for the next match," kata Alwi.

Maksimalkan Hari Libur untuk Recovery

Menghadapi jadwal pertandingan yang padat, Alwi mendapatkan jeda istirahat pada hari berikutnya. Kesempatan ini tidak ingin ia sia-siakan hanya untuk bersantai, melainkan fokus penuh pada pemulihan kondisi tubuh.

Baca juga: Kejuaraan Dunia BWF 2026: Makin Matang, Alwi Siap Unjuk Kebolehan

"Besok ada rest tapi pastinya dari pikirannya, dari mentalitasnya, dari kemauannya, dari keinginan dan jaga badannya, pola makan dan tidurnya semua harus diperhatikan. Saya akan fokus day by day untuk bisa melakukan recovery secepatnya," jelasnya.

Memantaskan Diri Jadi Juara

Bagi Alwi, ajang Kejuaraan Dunia memiliki makna yang sangat mendalam. Ia menilai turnamen mayor ini bukan sekadar ajang kompetisi biasa, melainkan panggung sakral bagi para juara sejati.
 
"Kejuaraan Dunia adalah salah satu major event yang sakral. Menurut saya yang bisa juara adalah orang-orang yang dipilih oleh Tuhan dengan segala usahanya yang sudah diusahakan jadi ya saya mencoba memantaskan diri untuk bisa berada di sana," pungkasnya.


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan