All England 2018

Ganda Campuran tanpa Gelar, Antara Bahagia dan Kecewa

Alfa Mandalika 20 Maret 2018 10:03 WIB
bulu tangkisall england
Ganda Campuran tanpa Gelar, Antara Bahagia dan Kecewa
Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Hafiz Faisal (kanan) dan Gloria Emanuelle Widjaja (kiri). (Foto: PBSI)
Birmingham: Target juara di All England 2018 berhasil dipenuhi oleh ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Mereka menundukkan wakil Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen pada babak final.

Chief de Mission tim Indonesia di All England, Achmad Budiharto mengaku senang dengan pencapaian tersebut. Namun, dia tak menampik terselip kekecewaan lantaran ganda campuran tidak meraih gelar.

“Kami patut bersyukur Indonesia mendapat gelar dari Kevin/Marcus, memang sebetulnya sudah kami perkirakan, pasangan ini akan mempertahankan gelar mereka,” kata Achmad Budiharto, Chef de Mission tim Indonesia di All England 2018 dikutip Badmintonindonesia.org, Selasa 20 Maret 2018.


“Kalau lihat jalannya pertandingan dari awal, kelihatannya menang mudah. Tetapi lawan juga tidak bodoh, mereka berusaha untuk menerapkan strategi dengan mengganggu pasangan kita dengan memperlambat tempo dan beberapa aksinya. Kevin/Marcus sempat terpengaruh, tetapi alhamdulillah mereka bisa mengatasi,” tambah Budiharto. 

Baca: Hari Ini, Marcus/Kevin Tiba di Tanah Air


Budiharto juga menggarisbawahi soal penampilan tim ganda campuran. Pasangan juara All England tiga kali, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang menjadi harapan untuk meraih gelar, dihentikan junior mereka, Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja. Pada pertandingan babak kedua, Hafiz/Gloria menang lewat pertarungan dramatis dengan skor 18-21, 21-15, 30-29.

“Untuk ganda campuran, antara bahagia dan kecewa. Di satu sisi kami bahagia karena pasangan muda pelapis kita, Hafiz/Gloria sudah mulai bisa menunjukkan kelasnya. Di sisi lain, kami kecewa tidak bisa mendapat gelar dari ganda campuran, karena di samping ganda putra, kami juga berharap dari ganda campuran,” tutur Budiharto.

“Saya kira hasil satu gelar ini bukan hasil yang jelek. Tetapi kita tidak boleh berpuas diri, dengan kerja keras, mudah-mudahan ke depannya dapat hasil yang lebih baik lagi,” pungkasnya. 

Setelah All England 2018, turnamen terdekat yang akan diikuti para pemain elit adalah Badminton Asia Championships 2018 yang rencananya akan dilangsungkan di Wuhan, Tiongkok, pada 24 - 29 April 2018. (Badmintonindonesia)

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Kevin/Marcus Ganda Putra Pertama Peraih 100 Ribu Poin BWF



(ASM)