Meskipun harus angkat koper lebih dini, Raymond mengaku bersyukur dapat menyelesaikannya tanpa kendala fisik, meski tak memungkiri rasa kecewanya atas hasil tersebut. Ia menegaskan bahwa persiapan selama sesi latihan sebenarnya sudah berjalan maksimal.
"Puji Tuhan tidak ada cedera apapun tapi memang belum dikasih kemenangan. Pastinya kami tidak puas dengan hasil ini, kami merasa kami belum menemukan lagi performa terbaiknya," ujar Raymond.
Hilang Fokus di Momen Krusial
Kekalahan ini menyoroti satu kendala utama yang tengah dihadapi Raymond/Joaquin, yakni konsistensi saat berada dalam posisi unggul. Pada gim pertama, pasangan Indonesia ini sebenarnya sempat memegang kendali permainan hingga memimpin 16-13.Baca juga: Kejuaraan Dunia BWF 2026: Ana/Trias Mulus ke 16 Besar
Namun, hilangnya momentum membuat lawan berhasil mencetak delapan angka beruntun dan membalikkan keadaan. Joaquin mengakui bahwa penurunan fokus di poin-poin kritis menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera diselesaikan."Tadi sudah unggul 16-13 di gim pertama tapi mereka langsung dapat 8 poin beruntun, kami seringkali seperti ini dan belum ketemu formula untuk memperbaikinya," ungkap Joaquin.
Komitmen untuk Bangkit
Meski tren performa di beberapa turnamen terakhir sedang mengalami penurunan, Raymond/Joaquin enggan patah semangat. Keduanya berkomitmen untuk terus berbenah demi mengembalikan level permainan terbaik mereka di arena internasional."Tapi kami yakin kami bisa dan akan menemukan jalan keluarnya. Di beberapa turnamen terakhir ini hasilnya kurang baik, menurun drastis tapi kami mau pelan-pelan naik lagi," tambah Joaquin optimis.
Kekalahan di Kejuaraan Dunia BWF 2026 ini diharapkan menjadi bahan evaluasi berharga bagi Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin untuk kembali lebih kuat pada turnamen-turnamen mendatang.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda