Raymond Indra/Nikolaus Joaquin (dok. PBSI)
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin (dok. PBSI)

China Open

China Open 2026: Terjebak Pola Lawan, Raymond/Joaquin Gugur di Babak Kedua

Gregorius Gelino • 24 Juli 2026 01:38
Ringkasnya gini..
  • Langkah Raymond/Joaquin terhenti di babak kedua China Open 2026 usai takluk dua game dari unggulan ketujuh asal Tiongkok, Chen Bo Yang/Liu Yi.
  • Raymond mengaku ragu-ragu dan terlambat mengantisipasi pola permainan reli panjang lawan.
  • Joaquin menyoroti banyaknya kesalahan sendiri yang ia lakukan di lapangan dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi.
Changzhou: Raymond Indra/Nikolaus Joaquin harus mengakui keunggulan wakil Tiongkok, Chen Bo Yang/Liu Yi, pada babak kedua China Open 2026. Raymond/Joaquin kalah dua game langsung dari unggulan ketujuh itu dengan skor 13-21 dan 17-21.

Terjebak Pola Main Panjang dan Masalah Angin

Usai pertandingan, Raymond mengungkapkan bahwa salah satu kunci kekalahan mereka adalah ketidaksiapan merespons perubahan taktik yang diterapkan oleh Chen/Liu. Pasangan Tiongkok tersebut dinilai sukses mendikte jalannya laga lewat permainan reli-reli panjang.
 
"Kami kurang siap dengan pola permainan yang mereka peragakan. Mereka banyak main panjang jadi buat kami ragu-ragu. Kami terlalu lama mengantisipasinya," ujar Raymond.
 
Selain masalah adaptasi taktik, Raymond juga menyoroti aspek fisik dan teknis saat berlaga di lapangan, terutama ketika berada di posisi yang kurang menguntungkan secara hembusan angin.

"Kami harus meningkatkan power dan teknik. Terasa sekali tadi, apalagi ketika posisi kalah angin, kami tidak bisa mematikan mereka," tambah Raymond.

Baca juga: China Open 2026: Bangkit dari Tekanan, Jojo Tembus Perempat Final

Soroti Kesalahan Mendasar

Sementara itu, Joaquin mengaku kecewa lantaran sejatinya persiapan matang sudah dilakukan sebelum memasuki lapangan. Namun, dinamika di lapangan dan rentetan kesalahan sendiri justru membuat momen kebangkitan mereka sirna.
 
Meski sempat mencoba bangkit di game kedua, selisih poin yang sudah terlanjur jauh membuat mereka sulit membalikkan keadaan. Joaquin secara jujur mengakui perlunya evaluasi mendalam terhadap performa individunya, terutama mengenai unforced errors yang berulang kali merugikan tim.
 
"Pastinya tadi persiapan sudah dilakukan, secara strategi maupun mental. Tapi memang kita tidak pernah tahu di lapangan akan seperti apa," tutur Joaquin.
 
"Tadi juga saya banyak melakukan kesalahan yang seharusnya pemain dunia tidak boleh lakukan, tapi saya berulang kali melakukannya. Saya mencoba kembali lagi, sempat ada peluang, tapi memang tadi poinnya sudah terlalu jauh jadi sulit untuk mengejar. Ini evaluasi besar buat saya pribadi," tegas Joaquin.

Tatap Turnamen Berikutnya

Kekalahan di babak kedua China Open 2026 ini tentu menjadi pelajaran berharga bagi Raymond/Joaquin. Menghadapi ganda putra elite dunia membuktikan bahwa peningkatan dari segi kekuatan fisik, variasi teknik, dan ketenangan mental menjadi PR utama yang harus segera dibenahi demi melangkah lebih jauh di turnamen-turnamen BWF berikutnya.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan