Indonesia harus melalui pertandingan dramatis untuk merebut medali emas tersebut. Sempat tertinggal 0-2 setelah Jonatan Christie kalah dari Shi Yu Qi dan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri takluk dari Liang Wei Keng/Wang Chang, Indonesia perlahan bangkit.
Alwi Farhan kemudian membuka peluang Indonesia setelah mengalahkan Li Shi Feng. Momentum tersebut dilanjutkan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang menundukkan He Ji Ting/Liu Yi untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Moh. Zaki Ubaidillah menjadi penentu pada partai kelima. Menghadapi Weng Hongyang, Ubed tampil tenang meski sempat mendapat tekanan pada gim pertama. Ubed akhirnya mengamankan kemenangan dua gim langsung dengan skor 23-21, 21-13. Hasil tersebut memastikan Indonesia membalikkan keadaan dan menang 3-2 atas Tiongkok.
Taufik Peluk Ketua PBSI
Kemenangan Ubed langsung disambut kegembiraan dari kubu Indonesia. Taufik Hidayat terlihat segera mengabadikan momen ketika Ubed memastikan kemenangan sekaligus mengunci medali emas untuk Merah Putih.
Dalam unggahan video yang dibagikan melalui media sosial pribadinya, Taufik terlihat larut dalam suasana haru. Setelah kemenangan dipastikan bagi kontingen Merah Putih, ia juga langsung memeluk Ketua Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Mohammad Fadli Imran.
Perayaan tersebut menjadi bagian emosional dari keberhasilan Indonesia mengakhiri penantian panjang. Taufik yang merupakan salah satu legenda bulu tangkis Indonesia turut menyaksikan langsung perjuangan tim beregu putra untuk meraih medali emas perdana di Asian Games 2026.
Kemenangan atas Tiongkok juga terasa semakin istimewa karena Indonesia terakhir kali meraih emas beregu putra Asian Games pada 1998 di Bangkok. Pada Asian Games 1998, Indonesia juga menghadapi Tiongkok di partai final. Ketika itu, Indonesia menang telak 4-0.
Namun, pertemuan pada 2026 berlangsung jauh lebih ketat. Indonesia bahkan harus bangkit setelah kehilangan dua partai pertama sebelum akhirnya menang melalui tiga kemenangan beruntun.
(Muhammad Zaidan Rizky)