Kemenangan tersebut terasa semakin spesial karena diraih atas pasangan yang berstatus unggulan pertama. Amri mengakui tekanan sempat terasa sejak awal pertandingan, tetapi ia dan Nita mampu menjaga fokus hingga akhirnya mengamankan tiket ke partai puncak.
Amri/Nita Unggul Semangat Juang
Amri mengatakan tekanan pada semifinal Asian Games 2026 cukup besar. Namun, situasi di lapangan justru membuat pasangan Indonesia semakin percaya diri."Bersyukur alhamdulillah bisa selesai pertandingan tanpa cedera dan bisa memenangkan pertandingan di semifinal ini dan masuk ke final. Pertandingan tadi dari awal cukup pressure-nya lumayan gede buat saya. Tapi ternyata saya melihat lawan kondisinya sedikit lebih goyang daripada kami," kata Amri.
Menurut Amri, dirinya dan Nita juga merasakan adanya keunggulan dalam hal daya juang. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor penting di balik kemenangan telak dua game langsung.
"Terasa mereka tidak siap, tidak tahu apa yang mereka rasakan. Dari kami di lapangan merasa sedikit lebih unggul dari sisi daya juang, dari fight-nya," jelas Amri.
Persiapan Panjang Berbuah Final Asian Games 2026
Keberhasilan mencapai final tidak datang secara instan. Amri mengungkapkan bahwa dirinya bersama Nita telah menjalani persiapan yang cukup panjang dan intens selama sekitar satu bulan untuk menghadapi Asian Games 2026. Kerja keras tersebut akhirnya terbayar dengan keberhasilan menembus partai final."Perasaannya senang dan bersyukur. Karena dengan persiapan yang begitu lumayan, cukup panjang dan intens selama satu bulan. Kami benar-benar mencurahkan semuanya buat di Asian Games ini," tutur Amri.
Bagi Amri, keberhasilan tersebut terasa sangat berarti karena Asian Games hanya digelar empat tahun sekali. Karena itu, kesempatan untuk tampil di final menjadi pencapaian yang sangat berharga bagi mereka.
"Cukup lega karena di event ini kan empat tahun sekali dan kami bisa masuk ke final itu sangat luar biasa," lanjutnya.
Pelajaran dari Kejuaraan Dunia Jadi Bekal
Amri/Nita juga tidak melupakan perjalanan mereka sebelum Asian Games 2026. Keduanya membawa pelajaran penting dari Kejuaraan Dunia untuk kemudian melakukan berbagai pembenahan. Menurut Amri, pengalaman tersebut membuat mereka sadar bahwa masih ada banyak aspek yang bisa diperbaiki selama mereka memiliki kemauan untuk terus berkembang."Dari Kejuaraan Dunia kami belajar satu hal, kami masih bisa asal mau dari segala kekurangan ini kami mau perbaiki, kami asah lagi kemampuan kami," beber Amri.
Perubahan dalam persiapan mereka juga tidak lepas dari peran pelatih Nova Widianto. Amri menyebut Nova memberikan kontribusi besar sejak menangani mereka setelah Kejuaraan Dunia.
"Alhamdulillah pulang dari Kejuaraan Dunia sudah dipegang penuh Coach Nova (Widianto) dan sangat membantu buat kami karena cukup kompleks dari latihannya," ungkap Amri.
Nova juga disebut terus memberikan motivasi dan menanamkan mentalitas kepada pasangan tersebut, sekaligus mengingatkan mereka mengenai tujuan yang ingin dicapai dalam perjalanan sebagai atlet bulu tangkis.
Nita Tak Kuasa Menahan Air Mata
Bagi Nita Violina Marwah, tiket ke final Asian Games 2026 menjadi buah dari perjalanan yang tidak mudah. Karena itu, keberhasilan melangkah ke final Asian Games terasa sangat emosional bagi Nita.Pasangan Amri tersebut mengakui bahwa mereka sudah cukup lama tidak merasakan atmosfer final. Perjalanan menuju titik tersebut juga diwarnai hasil yang belum sesuai harapan, terutama pada awal tahun.
"Sudah lama banget tidak masuk final dan juga ya sampai berada di titik ini tidak mudah buat kami berdua," papar Nita.
Nita mengingat bagaimana dirinya bersama Amri harus melewati berbagai fase naik turun sebelum akhirnya mampu menunjukkan performa terbaik di Asian Games 2026. Air mata pun tak terbendung saat Nita mengungkapkan perasaannya setelah memastikan tempat di partai puncak.
"Dengan naik turunnya, sempat awal tahun hasilnya jauh banget dari apa yang kami harapkan. Dan hari ini di Asian Games kami bisa main ke final," lanjut Nita.
"Rasanya bikin saya lega dan sangat-sangat bersyukur," ujar Nita sembari berurai air mata.