Jauza baru mampu menaklukkan Lyanny setelah bermain rubber game, 27-29, 21-10 dan 21-11. Jalannya laga sempat berlangsung sengit karena keduanya sama-sama tampil maksimal. Saat itu, Lyanny berhasil merebut game pertama lebih dulu.
Berbicara seusai laga, Lyanny mengaku tidak terlalu kecewa dengan kekalahan tersebut. Ia tetap senang bisa berlaga di ajang BIOSSP untuk pertama kali dan memang masih memiliki sedikit masalah kebugaran.
"Tahun lalu, saya masih jadi penonton. Jadi bisa turun bermain saja sudah senang sekali. Kemudian, lutut saya juga masih sedikit cedera sebelum memulai turnamen ini," kata Lyanny kepada awak media.
"Sebenarnya saya suka merasa ada beban kalau kalah. Tapi saat ini tidak terlalu dipikirkan," tambahnya.
Lyanny merupakan putri sulung Rionny Mainaky atau keponakan Rexy Mainaky yang saat ini menjabat sebagai Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI. Baik Rionny dan Rexy, sempat tenar di era 90-an.
Sedangkan Jauza, seperti tertera dari nama belakangnya, ia adalah putri dari Icuk Sugiarto, mantan tunggal putra terbaik dunia di era 80-an. Saat ini, Jauza masih berusia 17 tahun dan memiliki cita-cita untuk meneruskan prestasi ayahnya.
"Saya tertarik untuk masuk Pelatnas agar bisa berprestasi lebih baik lagi. Sebenarnya, ketika PBSI melakukan Seleksi Nasional (Seleknas) pekan lalu, saya juga sempat dipanggil. Namun, kesempatan itu terpaksa dibatalkan karena saya harus pulang kampung ke Medan untuk ziarah keluarga," papar Jauza.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News