Ketua PBSI, Fadil Imran, mendapat penghargaan di Badminton Asia Award 2026 (dok. PBSI)
Ketua PBSI, Fadil Imran, mendapat penghargaan di Badminton Asia Award 2026 (dok. PBSI)

Bulu Tangkis

PBSI Dapat Penghargaan, Serukan Pengelolaan Bulu Tangkis yang Inklusif

Gregorius Gelino • 30 Maret 2026 12:02
Ringkasnya gini..
  • Imran menyerukan pengelolaan bulu tangkis yang lebih inklusif.
  • Imran juga mengingatkan pengurus federasi bulu tangkis agar menjaga bulu tangkis tetap relevan dengan kaum muda.
  • Imran menginginkan pengelolaan bulu tangkis yang lebih profesional, transparan, dan inovatif.
Denpasar: Indonesia menjadi tuan rumah rangkaian Badminton Asia Exco Meeting, Annual General Meeting (AGM), Badminton Asia Award dan Gala Dinner 2026 yang berlangsung pada tanggal 27-28 Maret di Bali. Rangkaian kegiatan ini dihadiri Presiden Badminton World Federation (BWF) Khunying Patama Leewadtrakul, Presiden Badminton Asia Kim Jong Soo beserta para anggota asosiasi bulu tangkis se-Asia. 
 
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PBSI Fadil Imran yang juga menjabat sebagai Vice President Badminton Asia menerima penghargaan Meritorious Award untuk kategori Governance and Leadership pada ajang Badminton Asia Awards 2026. Penghargaan tersebut diberikan kepada para eksekutif yang memiliki kepemimpinan dan tata kelola Federasi untuk membentuk masa depan bulu tangkis yang lebih baik.
 
Fadil mengatakan bahwa penghargaan tersebut dipandang sebagai cerminan kerja kolektif seluruh ekosistem bulu tangkis nasional—mulai dari atlet, pelatih, hingga pengurus dan pemangku kepentingan.

Baca juga: Performa Ganda Putra Indonesia di Tur Eropa Membanggakan

“Ini bukan capaian individu. Ini adalah tentang tanggung jawab bersama—kepada atlet, penggemar, dan generasi mendatang,” kata Fadil dalam kata sambutannya.

Di tengah persaingan yang kian ketat dengan berbagai bentuk hiburan dan dunia digital, bulu tangkis dinilai menghadapi titik krusial dan relevansi menjadi kata kunci. Bulu tangkis harus tetap relevan atau akan tertinggal.
 
Tiga agenda utama disorot. Pertama, menjaga relevansi dengan menghadirkan olahraga yang lebih dekat dan menarik bagi generasi muda. Kedua, memastikan inklusivitas, agar bulu tangkis tidak eksklusif bagi elit, melainkan hidup di tengah masyarakat. Ketiga, memperkuat fondasi masa depan melalui tata kelola yang transparan, profesional, dan inovatif, termasuk pemanfaatan sport science dan engagement digital.

Baca juga: Mental Tunggal Putri Perlu Peningkatan

Upaya transformasi tersebut, lanjut Fadil, tengah dijalankan, mulai dari pembinaan, manajemen organisasi, hingga pendekatan ke komunitas.
 
Sebagai negara dengan tradisi kuat di cabang bulu tangkis, Indonesia menempatkan bulu tangkis sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan bangsa. Namun, masa depan olahraga ini ditegaskan tidak dapat dibangun sendiri.
 
“Masa depan bulu tangkis ditentukan oleh kolaborasi dengan berbagi pengetahuan, membangun kepercayaan, dan melangkah bersama,” tegas Fadil.

Baca juga: Tur Eropa tak Sesuai Harapan, PBSI Keluhkan Konsistensi Atlet

Selain menjadi forum strategis, rangkaian AGM di Bali juga diharapkan memperkuat tata kelola dan kolaborasi antar anggota federasi di kawasan Asia, sekaligus menghadirkan penyelenggaraan yang profesional dan berkesan bagi seluruh delegasi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan