Perjalanan Alwi Farhan di turnamen ini terhenti di babak semifinal. Pebulu tangkis Indonesia tersebut harus mengakui keunggulan unggulan pertama asal Thailand, Kunlavut Vitidsarn, dalam pertandingan yang berlangsung ketat.
Meski gagal melaju ke final, Alwi tetap bersyukur mampu mencapai babak semifinal. Padatnya jadwal pertandingan sejak fase beregu hingga nomor individu membuat kondisi fisiknya terkuras.
"Alhamdulillah masih bersyukur bisa mencapai babak semifinal. Tentu tidak mudah, tentu capek juga pastinya karena dari main di beregu sampai hari ini bertemu lawan-lawan sangat ketat, ada main dua kali sehari juga," kata Alwi.
Alwi Kecewa dengan Penampilannya
Alwi tidak menampik rasa kecewa setelah tampil di semifinal. Menurutnya, performanya kali ini belum sesuai dengan harapan karena kondisi tubuh yang sudah mengalami kelelahan.Meski demikian, pemain Indonesia itu memilih untuk tidak mengeluhkan situasi yang dihadapinya. Alwi menegaskan bahwa dirinya menerima hasil pertandingan tersebut dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi.
"Tapi saya tidak mau mengeluh dengan apa yang sudah ada. Saya cukup berterimakasih apapun hasilnya harus saya terima. Walaupun jujur, saya kecewa dengan penampilan hari ini," ujarnya.
Kelelahan fisik menjadi salah satu faktor yang dirasakan Alwi sepanjang pertandingan. Ia mengaku sudah berusaha memaksakan tubuhnya untuk terus berjuang, tetapi kondisi fisiknya membuat pergerakannya tidak lagi maksimal.
Tubuh Alwi Sudah Tak Bisa Dipaksa
Alwi mengatakan dirinya sebenarnya ingin menunjukkan semangat juang lebih besar ketika menghadapi Kunlavut Vitidsarn. Namun, beberapa gerakan di lapangan membuatnya merasa kondisi ototnya sudah berada di batas kemampuan."Saya sudah mencoba dan saya sudah memaksa tubuh saya tapi saya rasa tubuh saya benar-benar kelelahan hari ini sehingga tidak bisa berjuang," kata Alwi. "Saya rasa saya perlu menunjukkan fighting spirit tapi tadi beberapa kali ada gerakan-gerakan yang rasanya otot memang sudah tidak bisa dipaksa," lanjutnya.
Kekalahan dari Kunlavut menjadi pengalaman penting bagi Alwi. Ia menyadari bahwa kemampuan menjaga kondisi fisik dan menghadapi tekanan dalam situasi apa pun merupakan bagian yang masih harus terus diperbaiki.
Alwi Jadikan Kekalahan sebagai Evaluasi
Alih-alih larut dalam kekecewaan, Alwi memilih menjadikan kegagalan di semifinal sebagai bahan pembelajaran. Ia menyadari masih ada banyak aspek yang perlu ditingkatkan untuk menghadapi turnamen-turnamen berikutnya."Ini menjadi bagian evaluasi bagi saya. Dengan apapun kondisinya, apapun tantangannya saya harus bisa mengatasi. Saya harus mencoba lebih kuat, lebih belajar dan ke depannya masih banyak hal yang perlu saya kejar," jelasnya.
Hasil ini memang membuat target Alwi untuk meraih dua medali emas belum tercapai. Namun, ia masih melihat peluang untuk mewujudkan target tersebut pada kesempatan berikutnya.
"Sebenarnya targetnya dua emas tapi belum tercapai. Masih ada kesempatan lagi untuk empat tahun ke depan, semoga Tuhan memberikan saya kesempatan," pungkas Alwi.
Kegagalan di semifinal sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi Alwi Farhan. Dengan perjalanan panjang yang telah dilalui dan padatnya pertandingan yang dihadapi, Alwi kini memiliki bahan evaluasi untuk berkembang dan kembali mengejar prestasi pada ajang-ajang berikutnya.