Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (dok. PBSI)
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (dok. PBSI)

Asian Games

Asian Games 2026: Fajar/Fikri Syukuri Medali Perunggu

Gregorius Gelino • 28 September 2026 15:18
Ringkasnya gini..
  • Fajar/Fikri harus puas meraih medali perunggu Asian Games setelah kalah dari Liang Wei Keng/Wang Chang dengan skor 17-21, 21-13, dan 9-21.
  • Fajar mengakui pasangan China tampil sangat solid, terutama dalam bertahan dan membaca kelemahan permainan mereka.
  • Fajar berharap Leo/Daniel mampu membalas kekalahan tersebut dan membawa pulang medali emas untuk Indonesia.
Ichinomiya: Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri harus mengakhiri perjuangannya di ajang Asian Games dengan membawa pulang medali perunggu ganda putra bulu tangkis individu. Ganda putra Indonesia itu kalah dari wakil Tiongkok, Liang Wei Keng/Wang Chang, dalam pertandingan tiga game dengan skor 17-21, 21-13, dan 9-21.

Fajar/Shohibul Fikri yang berstatus unggulan kedua sebenarnya sempat memberikan perlawanan sengit. Setelah kehilangan game pertama, pasangan Indonesia mampu bangkit dan merebut game kedua 21-13.

Namun, performa Fajar/Fikri menurun pada game penentuan. Liang Wei Keng/Wang Chang tampil solid dan berhasil mengontrol pertandingan hingga menutup game ketiga dengan skor telak 21-9. Hasil tersebut membuat Fajar/Fikri harus puas dengan medali perunggu Asian Games.

Bersyukur Tetap Bawa Pulang Medali

Usai pertandingan, Fajar Alfian mengaku tetap bersyukur atas pencapaian yang diraih bersama Fikri. Meski medali emas menjadi target utama, keduanya merasa sudah memberikan kemampuan terbaik di lapangan.

"Pertama-tama tetap mengucap syukur alhamdulillah selesai sudah tugas saya di Asian Games kali ini. Kami menyumbangkan medali perunggu, memang bukan yang kami harapkan tapi kami sudah bermain secara maksimal," ujar Fajar.

Fajar menilai pasangan China tampil sangat siap sejak awal pertandingan. Liang/Wang disebut mampu membaca permainan serta mengetahui titik kelemahan pasangan Indonesia.

Akui Pertahanan Liang/Wang Sangat Kuat

Salah satu faktor yang membuat Fajar/Fikri kesulitan mengembangkan permainan adalah pertahanan Liang Wei Keng/Wang Chang.

Fajar mengatakan berbagai pola serangan sudah coba diterapkan untuk membongkar pertahanan pasangan China. Namun, Liang/Wang mampu mengantisipasinya dengan sangat baik. "Pasangan China sangat luar biasa permainannya, mereka sangat siap, sangat tahu kelemahan kami. Sebaliknya kami sudah mencoba berbagai cara dengan serangan-serangan tapi defense-defense mereka sangat kuat," kata Fajar.

Setelah kalah di game pertama, Fajar/Fikri sebenarnya mampu mengubah permainan dan mengambil game kedua. Akan tetapi, momentum tersebut tidak mampu dipertahankan pada game penentuan.

Gagal Ulangi Kesuksesan Asian Games 2018

Bagi Fajar, hasil ini juga berarti gagalnya ambisi untuk mengulang pencapaian pada Asian Games 2018. Ia sebelumnya berharap bisa kembali tampil di partai puncak dan memperbesar peluang meraih medali emas.

Fajar bahkan mengungkapkan keinginannya untuk menciptakan All-Indonesian Final. Namun, langkah tersebut terhenti setelah mereka dikalahkan pasangan China.

"Kalau harapan pasti All-Indonesian Final ya. Saya ingin mengulang Asian Games 2018 tapi memang inilah hasilnya. Kami sudah bermain secara maksimal sekuat tenaga," tutur Fajar.

Meski gagal melaju ke final, Fajar tetap memberikan dukungan kepada wakil Indonesia lainnya, Leo/​Daniel, yang masih memiliki peluang untuk mempersembahkan medali emas.

"Semoga besok Leo/Daniel bisa membalas kekalahan kami untuk mendapatkan medali emas," ucap Fajar.


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan