Raymond Indra/Nikolaus Joaquin gagal melangkah lebih jauh di Denmark Open 2026. Menghadapi pasangan unggulan kedelapan asal Inggris, Ben Lane/Sean Vendy, Raymond/Joaquin harus mengakui keunggulan lawan setelah bertarung dalam dua gim yang berakhir dengan skor 19-21 dan 17-21.
Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi bagi pasangan Indonesia tersebut. Raymond menilai pengalaman dan kematangan permainan Lane/Vendy menjadi faktor penting yang membuat mereka kesulitan mengembangkan permainan sepanjang pertandingan.
Raymond/Joaquin Akui Kalah Pengalaman dari Lane/Vendy
Raymond mengakui bahwa pasangan Inggris tampil lebih matang dan mampu mengendalikan tempo permainan. Sebaliknya, ia dan Joaquin dinilai terlalu mengikuti pola permainan lawan sehingga kesulitan menemukan ritme terbaik."Pertama mengucapkan Puji Tuhan, pertandingan selesai tanpa cedera apapun. Lawan lebih berpengalaman, sangat matang, kami terlalu mengikuti tempo mereka," tutur Raymond.
Selain persoalan tempo, Raymond menyebut adaptasi terhadap kondisi lapangan dan karakter shuttlecock juga menjadi kendala. Menurutnya, mereka belum cukup cepat menyesuaikan diri dengan situasi pertandingan, sehingga kehilangan kesempatan untuk tampil lebih maksimal.
"Di akhir ketika mencoba nothing to lose malah bisa banyak mengejar poinnya. Selain itu kami kurang cepat beradaptasi dengan kondisi lapangan dan shuttlecock," beber Raymond. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Raymond/Joaquin sebenarnya masih memiliki peluang untuk memberikan perlawanan. Namun, mereka belum mampu menemukan solusi sejak awal untuk menghadapi permainan terukur dari pasangan Inggris tersebut.
Raymond/Joaquin Coba Cari Sisi Positif
Di balik kekalahan pada babak pertama Denmark Open 2026, Raymond/Joaquin tetap berusaha mengambil sisi positif dari pertandingan ini. Joaquin menilai laga melawan Ben Lane/Sean Vendy menjadi pengalaman penting dalam proses mereka memperbaiki performa.Sebelumnya, Raymond/Joaquin sempat merasakan tren penurunan performa, termasuk saat tampil di Kejuaraan Dunia. Karena itu, mereka kini berupaya membangun kembali kepercayaan diri dan meningkatkan kualitas permainan secara bertahap.
"Menurut saya hari ini benar-benar jadi pelajaran buat kami. Sebelumnya saya bilang di turnamen terakhir di Kejuaraan Dunia, kami sedang dalam tren menurun dan kami pelan-pelan ingin naik lagi, bersyukur hari ini tetap ada hal positif yang bisa diambil," ujar Joaquin.
Evaluasi tersebut menjadi modal penting bagi Raymond/Joaquin untuk menghadapi turnamen selanjutnya. Hasil di Denmark Open 2026 memang belum sesuai harapan, tetapi mereka masih melihat adanya perkembangan yang dapat menjadi fondasi untuk bangkit.
Adaptasi Permainan Masih Jadi Pekerjaan Rumah
Joaquin juga menyoroti perkembangan dari sisi komunikasi dan kenyamanan bermain bersama Raymond. Menurutnya, kedua aspek tersebut sudah menunjukkan peningkatan dibandingkan penampilan sebelumnya.Meski demikian, peningkatan komunikasi saja belum cukup. Raymond/Joaquin masih perlu mempercepat adaptasi ketika menghadapi karakter permainan lawan yang berbeda, terutama saat berhadapan dengan pasangan berpengalaman seperti Ben Lane/Sean Vendy.
"Kami merasa dari komunikasi dan segi permainan sudah lebih ok daripada sebelumnya, kami merasa lebih enjoy namun tetap kami harus bisa lebih cepat lagi dalam beradaptasi mengikuti permainan lawan. Kami tidak puas, kami pasti kecewa jadi semoga ke depannya bisa lebih baik," papar Joaquin.