Tiga tunggal yang diturunkan pada partai final adalah Tommy Sugiarto, Anthony Ginting, dan Ihsan Maulana Mustofa. Sayangnya, ketiga tunggal yang diturunkan tak mampu tampil maksimal. Hasil akhir, Denmark menang 3-2 dan menjadi juara baru Piala Thomas.
Banyak yang menyangka Jonatan sedang cedera sehingga tak diturunkan oleh tim pelatih Indonesia dalam partai final. Ternyata bukan itu alasannya. Pemain berusia 19 tahun itu tak diturunkan karena tak cocok, jika bertemu dengan Jan O Jorgensen.
Jika Jonatan turun, maka ia akan menghadapi Jorgensen. Dari beberapa pertemuan, ia selalu kalah dan kesulitan jika menghadapi pemain yang memiliki beberapa tato di tubuhnya itu.
"Ada pertemuan pelatih dan pemain, kita harus melihat kesiapan pemain. Perasaan pemain juga harus kita lihat, Jonatan juga melihat dalam pertemuan beberapa kali dengan Jan O Jorgensen, dia bilang lebih baik Anthony Ginting yang main," ujar Rexy kepada wartawan dalam acara penyambutan tim Thomas dan Uber Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Senin (23/5/2016).
"Jadi, kita lihat dari segi itu semua. Nanti kalau kita pasang, kasihan pemainnya juga kan dia perasaannya tidak enak. Jadi ini bukan masalah cedera," sambungnya.
Penampilan Jonatan di ajang Piala Thomas 2016 sejak babak penyisihan sebenarnya sangat menjanjikan. Ia tercatat hanya kalah di babak semifinal dari Son Wan Ho (Korea Selatan) sebelum partai final.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News