Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Alwi Farhan langsung tersingkir di babak 32 besar China Open 2026. (Foto: Tim Media & Humas PBSI)
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Alwi Farhan langsung tersingkir di babak 32 besar China Open 2026. (Foto: Tim Media & Humas PBSI)

China Open 2026

Hasil China Open 2026: Lapangan Sangat Berangin, Alwi Farhan Gugur di Babak 32 Besar

Kautsar Halim • 22 Juli 2026 14:44
Ringkasnya gini..
  • Alwi Farhan kalah dari Ayush Shetty 17-21, 21-5, 17-21 pada babak 32 besar China Open 2026.
  • Alwi mengaku kesulitan menghadapi kondisi lapangan yang berangin serta variasi permainan Ayush Shetty.
  • Pebulu tangkis Indonesia itu menjadikan kekalahan ini sebagai evaluasi sebelum tampil di Kejuaraan Dunia BWF 2026.
Jakarta: Langkah tunggal putra Indonesia Alwi Farhan harus terhenti di babak 32 besar China Open 2026. Pebulu tangkis berusia 21 tahun itu kalah dari wakil India, Ayush Shetty, dalam pertarungan tiga gim dengan skor 17-21, 21-5, 17-21 di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, Rabu (22/7).
 
Kekalahan tersebut membuat Alwi gagal melanjutkan langkah ke babak 16 besar turnamen BWF World Tour Super 1000. Meski sempat bangkit dengan penampilan impresif pada gim kedua, ia akhirnya harus mengakui keunggulan Shetty setelah bertanding selama 57 menit.
 

Bangkit di Gim Kedua, Alwi Kehilangan Momentum


Alwi mengawali pertandingan dengan cukup baik. Namun, Ayush Shetty tampil lebih tenang pada poin-poin krusial sehingga mampu mengamankan gim pertama dengan skor 21-17.
 
Memasuki gim kedua, Alwi tampil jauh lebih agresif. Permainan cepat dan variasi serangannya membuat Shetty kesulitan mengembangkan permainan. Hasilnya, wakil Indonesia itu menang telak 21-5 dan memaksa pertandingan berlanjut ke gim penentuan.

Sayangnya, momentum tersebut tidak mampu dipertahankan. Pada gim ketiga, Shetty kembali menemukan ritme terbaiknya dan mampu menjaga keunggulan hingga menutup pertandingan dengan kemenangan 21-17.
 

Alwi Kesulitan Beradaptasi dengan Kondisi Lapangan


Usai pertandingan, Alwi mengungkapkan bahwa kondisi lapangan yang berangin menjadi salah satu tantangan terbesar sepanjang laga. Selain itu, ia juga menilai permainan Ayush Shetty mengalami banyak perkembangan dibandingkan pertemuan-pertemuan sebelumnya.
 
"Kondisi lapangan di sini memang sangat berangin jadi agak tricky untuk menerapkan pola permainan. Ayush berubah sangat banyak dari permainan depannya, variasinya beberapa kali membuat saya tidak merasa nyaman," ujar Alwi.
 
Ia juga mengaku sudah memiliki rencana permainan setelah interval gim ketiga. Namun, strategi tersebut tidak berjalan sesuai harapan.
 
"Di gim ketiga setelah interval, saya sebenarnya punya keuntungan dan sudah disiapkan akan bermain seperti apa, tapi memang tidak sesuai yang diinginkan," katanya.
 

Jadikan Evaluasi untuk Kejuaraan Dunia


Alwi menilai kekalahan di China Open 2026 menjadi pelajaran penting, terutama dalam menjaga kondisi saat menjalani rangkaian turnamen secara beruntun.
 
Ia menyebut proses pemulihan, baik secara fisik maupun mental, harus menjadi perhatian agar mampu tampil konsisten pada pekan kedua kompetisi.
 
"Pelajaran lagi hari ini bagaimana ketika di turnamen pertama sudah all out dan habis-habisan, persiapan back to back turnamennya atau minggu keduanya harus bisa lebih baik lagi. Dari fisiknya, mentalnya, pikirannya harus cepat balik, cepat reset," tutur Alwi.
 
Meski harus tersingkir lebih awal di China Open 2026, Alwi tak ingin larut dalam kekecewaan. Ia langsung mengalihkan fokus untuk menghadapi turnamen berikutnya, yakni Kejuaraan Dunia BWF 2026.
 
"Setelah ini saya akan langsung alihkan fokus ke depan untuk Kejuaraan Dunia," pungkasnya.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan