Tampil solid sejak awal turnamen, ganda putra unggulan ketujuh ini keluar sebagai juara usai menumbangkan pasangan Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan/Patra Harapan Rindorindo lewat pertarungan sengit straight game 22-20 dan 21-15.
Evaluasi Rutin
Rasa syukur dan lega tidak bisa disembunyikan dari raut wajah Wahyu seusai laga final. Ia mempersembahkan gelar perdana ini untuk seluruh pihak yang terus memberikan dukungan."Alhamdulillah rasanya senang dan lega bisa menjadi juara di turnamen pertama kami. Gelar juara ini untuk keluarga, pelatih dan semua tim ganda putra," ungkap Wahyu.
Meski terbilang duet baru, adaptasi permainan Wahyu/Pulung tergolong sangat cepat. Wahyu membeberkan bahwa komunikasi intensif menjadi resep utama kekompakan mereka di atas lapangan.
"Kami di latihan sering diskusi berdua, kasih evaluasi satu sama lain. Ini jadi kunci mengapa permainan kami bisa cepat klop," ujar Wahyu.
Pertahanan Makin Solid
Senada dengan sang partner, Pulung Ramadhan mengaku tidak menyangka bisa langsung berdiri di podium tertinggi. Persiapan matang selama dua bulan terakhir serta perubahan pola pikir di lapangan menjadi amunisi utama mereka dalam meruntuhkan pertahanan lawan."Kami persiapan sudah bagus selama dua bulan terakhir ini, tidak menyangka bisa juara tapi kami yakin ada kesempatan. Fokusnya satu pertandingan ke satu pertandingan," kata Pulung.
Pulung juga menyoroti keunggulan variasi strategi baru yang mereka terapkan selama sepekan kompetisi berlangsung, terutama dalam memperkuat lini pertahanan.
"Dengan Tyo yang mungkin cukup berbeda dari permainan kami adalah sekarang kami lebih berani untuk main bertahan. Ini jadi salah satu kekuatan kami kalau dilihat dari pertandingan-pertandingan seminggu ini," jelas Pulung.
Hasil manis di turnamen ini jelas menjadi modal berharga dan sinyal positif bagi masa depan pasangan Wahyu/Pulung untuk terus bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda