Meski meraih kemenangan dua game langsung, Luthfi/Dian sempat menghadapi kesulitan pada gim pertama. Keduanya membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan pola permainan lawan sebelum akhirnya tampil lebih percaya diri pada game kedua.
Luthfi/Dian Sempat Kesulitan
Muhammad Luthfi Habibi mengakui bahwa dirinya belum bermain maksimal pada awal pertandingan. Ia merasa kurang percaya diri dalam melancarkan pukulan sehingga belum bisa sepenuhnya mengembangkan permainan."Di game pertama saya merasa ada yang kurang. Di setiap pukulan seperti belum percaya diri saja. Tapi, seiring berjalannya waktu, setelah game pertama menang deuce, di game kedua saya bisa beradaptasi dan sudah mulai berani bermain dengan variasi-variasi pukulan. Makanya, di game kedua kami bisa jauh memimpin dan akhirnya menang dengan mudah," tutur Luthfi.
Keberhasilan melewati tekanan pada gim pertama menjadi modal penting bagi pasangan Indonesia tersebut. Memasuki gim kedua, Luthfi/Dian tampil lebih lepas dan mampu mengendalikan jalannya pertandingan hingga menang telak 15-5.
Variasi Pukulan Jadi Kunci Taklukkan Wakil Ceko
Luthfi juga mengungkapkan bahwa postur tubuh lawan menjadi salah satu tantangan dalam pertandingan tersebut. Patzak memiliki postur tinggi, sedangkan kedua pemain Republik Ceko dinilai mempunyai kualitas pukulan yang cukup baik.Meski demikian, Luthfi/Dian tidak terpaku pada keunggulan fisik lawan. Mereka memilih mengandalkan variasi pukulan untuk membongkar pertahanan Patzak/Osickova, terutama ketika memainkan bola-bola bawah.
"Untuk lawan tadi, pemain putrinya juga lumayan bagus, terus pemain putranya juga tinggi. Dari segi postur, kami pasti kalah, dan tangan mereka juga bagus-bagus. Cuma, kami mencoba bermain dengan variasi pukulan. Ternyata, bola-bola bawah mereka agak kurang, jadi kami manfaatkan di situ," jelas Luthfi. Strategi tersebut terbukti efektif. Setelah mampu membaca kelemahan lawan, pasangan Indonesia semakin nyaman membangun serangan dan memperlebar jarak keunggulan pada gim kedua.
Sempat Kesulitan Membaca Permainan Lawan
Senada dengan Luthfi, Dian Ramadhani Mukti juga mengakui bahwa dirinya sempat kesulitan mengantisipasi pola permainan pasangan Republik Ceko pada awal pertandingan.Menurut Dian, sejumlah pukulan lawan belum terbaca sehingga membuat mereka harus beradaptasi dengan cepat. Kondisi tersebut perlahan membaik ketika pertandingan memasuki gim kedua.
"Pukulan-pukulan mereka belum terbaca, jadi masih agak kaget-kaget. Di game kedua sudah mulai bisa membaca dan sudah tahu permainan mereka," beber Dian.
Kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting yang membantu Luthfi/Dian mengubah jalannya pertandingan. Setelah menemukan ritme permainan, mereka mampu tampil lebih solid dan memastikan tiket ke babak kedua BWF World Junior Championships 2026.
Luthfi/Dian Siap Hadapi Babak Kedua
Setelah memastikan kelolosan, Luthfi/Dian kini bersiap menghadapi tantangan berikutnya. Persaingan diperkirakan semakin ketat karena mereka berpeluang bertemu pasangan dari China atau Jepang pada pertandingan selanjutnya.Luthfi menegaskan bahwa kepercayaan diri dan keyakinan terhadap kemampuan sendiri menjadi modal utama untuk menghadapi lawan berikutnya. Selain itu, persiapan strategi juga akan menjadi perhatian mereka sebelum kembali bertanding.
"Untuk laga selanjutnya yang pertama, pasti percaya diri dulu dan yakin sama diri sendiri kalau semua itu tidak ada yang tidak mungkin. Itu saja, sama menyiapkan strategi untuk besok karena kemungkinan lawan China atau Jepang," papar Luthfi.