Fardhan tampil meyakinkan saat menghadapi Rodriguez. Ia mengamankan kemenangan dengan skor ketat 17-15 pada game pertama, sebelum tampil lebih dominan dan menutup game kedua dengan skor telak 15-3.
Hasil tersebut memastikan langkah Fardhan ke babak kedua sekaligus menjaga peluangnya untuk terus bersaing dalam perebutan gelar juara World Junior Championships.
Terkejut dengan Power Lawan
Meski berhasil menang dua gim langsung, Fardhan mengakui pertandingan melawan Mario Rodriguez tidak berjalan mudah, terutama pada gim pertama. Ia sempat terkejut dengan kualitas serangan dan kekuatan pukulan yang dimiliki wakil Spanyol tersebut."Mengucap syukur Alhamdulillah, tadi bisa menang tanpa cedera juga. Mungkin di game pertama poinnya cukup ketat karena di awal permainan saya juga kaget dengan pemain Spanyol, terutama dari segi serangan dan power-nya yang cukup bagus," ungkap Fardhan.
Situasi tersebut membuat Fardhan harus bekerja lebih keras untuk mengamankan game pembuka. Beruntung, ia mampu menjaga ketenangan dan menjalankan arahan pelatih dengan baik ketika pertandingan berlangsung ketat.
"Saat itu pelatih hanya bilang untuk tetap menjaga poin dan terus menekan, jadi saya bisa mengambil gim pertama," jelasnya.
Keberhasilan merebut game pertama menjadi titik penting bagi Fardhan untuk mengendalikan jalannya pertandingan.
Dominan di Game Kedua
Memasuki game kedua, Fardhan mampu meningkatkan tekanan terhadap Rodriguez. Strategi menyerang yang diterapkannya membuat lawan kesulitan mengembangkan permainan hingga tertinggal jauh dalam perolehan poin.Fardhan akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 15-3 pada game kedua. Hasil tersebut menunjukkan kemampuannya untuk beradaptasi setelah menghadapi perlawanan sengit pada gim pembuka. "Di game kedua, saya terus menekan lawan sehingga dia terlihat tertekan juga. Akhirnya, lawan tertinggal jauh dan saya bisa menang," tutur Fardhan.
Menurutnya, menjaga fokus dan ketenangan menjadi faktor utama di balik keberhasilan tersebut. Ia juga menilai kekuatan pukulan Rodriguez sebagai salah satu aspek yang perlu diantisipasi sejak awal pertandingan.
"Kunci kemenangan hari ini adalah menjaga fokus dan tetap tenang," tegasnya.
Bidik Gelar Juara
Lolos ke babak kedua menjadi langkah awal bagi Fardhan untuk mewujudkan ambisi besarnya di World Junior Championships. Turnamen ini memiliki arti khusus karena menjadi kesempatan terakhirnya tampil di ajang WJC.Fardhan pun tidak menyembunyikan target besarnya. Ia ingin mengakhiri perjalanan di kejuaraan dunia junior dengan prestasi tertinggi, yakni keluar sebagai juara.
"Harapan di WJC terakhir bagi saya ini adalah menjadi juara World Junior yang merupakan cita-cita saya dari kecil. Harapannya, saya bisa juara di turnamen ini," ujar Fardhan.
Ambisi tersebut menjadi motivasi tambahan bagi Fardhan untuk tampil maksimal pada setiap pertandingan. Namun, ia tetap harus melewati satu demi satu lawan yang akan dihadapinya untuk menjaga peluang meraih gelar juara.
Hadapi Kong Wei Xiang dari Malaysia
Tantangan berikutnya bagi Fardhan Rainanda Joe adalah menghadapi wakil Malaysia, Kong Wei Xiang, pada babak kedua. Pertandingan ini diperkirakan menjadi ujian berikutnya bagi Fardhan dalam menjaga konsistensi permainan.Fardhan memiliki modal positif karena pernah bertemu Kong Wei Xiang pada ajang Asia Junior dan berhasil meraih kemenangan. Meski demikian, ia tidak ingin menjadikan hasil pertemuan sebelumnya sebagai jaminan untuk pertandingan mendatang.
Ia menyadari lawannya mungkin telah mempelajari pola permainan yang ditampilkan sebelumnya. Karena itu, Fardhan bertekad melakukan antisipasi dan mempersiapkan strategi yang lebih baik.
"Besok saya bertemu Kong Wei Xiang dari Malaysia. Sebelumnya, kami pernah bertemu di Asia Junior dan saya menang. Mungkin sekarang lawan sudah banyak belajar dari permainan saya, jadi saya harus lebih mengantisipasi permainannya untuk besok," tutupnya.