Turnamen tersebut merupakan bagian dari kalender resmi Badminton World Federation (BWF) dengan kategori International Challenge. Sebanyak 17 negara dijadwalkan ambil bagian dalam kejuaraan yang menyediakan total hadiah USD20.000 (sekitar Rp354 juta) tersebut.
Indonesia sebagai tuan rumah akan bersaing dengan para pemain dari Taiwan, India, Malaysia, Thailand, Australia, Brunei Darussalam, Korea Selatan, Selandia Baru, Inggris, Jepang, Slovakia, Singapura, Kanada, Amerika Serikat, Prancis, dan Portugal.
Ajang ini merupakan kolaborasi Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) dan Pengprov PBSI Kalimantan Barat dengan dukungan Polytron sebagai sponsor utama.
Jadi Panggung Pemain Indonesia
Ketua Panitia Pelaksana Pontianak International Challenge 2026, Yuni Kartika, mengatakan kejuaraan tersebut tidak hanya menjadi kesempatan bagi atlet untuk bertanding dan mengumpulkan poin peringkat dunia.
Menurut Yuni, penyelenggaraan turnamen internasional di Pontianak juga diharapkan ikut mendorong lahirnya talenta-talenta baru sekaligus memberikan dampak positif bagi olahraga, pariwisata, dan perekonomian daerah.
"Kejuaraan ini tidak hanya menjadi panggung bagi para atlet untuk berkompetisi, mengembangkan kemampuan, dan mengumpulkan poin peringkat dunia, tetapi juga kami harapkan dapat menjadi bagian dari perjalanan lahirnya talenta-talenta baru yang kelak mampu bersinar di panggung bulu tangkis dunia," ujar Yuni.
Indonesia menjadi negara dengan jumlah pemain terbanyak dalam turnamen ini. Kehadiran peserta dari berbagai negara diharapkan menghadirkan persaingan kompetitif sekaligus memberikan pengalaman bertanding internasional bagi para pemain tuan rumah.
Momentum Bulu Tangkis Kalimantan Barat
Ketua Pengprov PBSI Kalimantan Barat Joko Sularso menilai Pontianak International Challenge 2026 menjadi momentum penting bagi Kalimantan Barat untuk menunjukkan kapasitas sebagai tuan rumah kejuaraan olahraga internasional.
Menurut Joko, kehadiran atlet, pelatih, ofisial, dan tamu dari berbagai negara juga membuka kesempatan untuk memperkenalkan Pontianak dan Kalimantan Barat kepada dunia.
"Kami berharap kedua turnamen ini dapat berlangsung aman, lancar, dan sukses, sekaligus memberikan manfaat bagi perkembangan bulutangkis serta memberikan dampak positif bagi masyarakat dan daerah," kata Joko.
Selain menghadirkan persaingan antarpemain internasional, turnamen ini diharapkan dapat memberikan atmosfer kompetisi kelas dunia kepada masyarakat Kalimantan Barat dan menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda di daerah.
Pontianak International Challenge 2026 akan berlangsung hingga 30 Agustus. Babak semifinal dijadwalkan bergulir pada Sabtu, 29 Agustus, sedangkan final digelar Minggu, 30 Agustus 2026.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda