Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. (Foto: Zam/Medcom.id)
Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. (Foto: Zam/Medcom.id)

Fajar/Rian Bicara tentang Kunci Sukses jadi Ganda Putra Terbaik Dunia

Kautsar Halim • 30 Desember 2022 22:03
Jakarta: Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, menutup tahun 2022 dengan menjadi pasangan nomor satu dunia. Itu terjadi setelah mereka mengoleksi 88.655 poin dari berbagai turnamen BWF World Tour yang diikuti.
 
Ganda putra Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi harus terima tergeser ke posisi dua oleh Fajar/Rian karena hanya mampu mengumpulkan 82.700 poin. Torehan ini tak lepas dari penampilan ciamik dan konsisten Fajar/Rian di sepanjang 2022. 
 
Sempat terseok di dua turnamen awal dengan terhenti di babak-babak awal, Fajar/Rian bangkit dengan sukses menembus delapan final turnamen BWF World Tour yang empat di antaranya menjadi juara. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Fajar/Rian juga sukses meraih medali perunggu di ajang Kejuaraan Dunia 2022 dan finis di babak semifinal BWF World Tour Finals 2022 serta Kejuaraan Asia 2022. Menanggapi pencapaiannya, Fajar/Rian mengaku bersyukur bisa melampaui target.
 
"Yang pasti sangat bersyukur dan senang. Tadinya akhir tahun ingin finis di posisi tiga besar targetnya, tapi Alhamdulillah bisa lebih. Hal ini harus dipertahankan," kata Fajar dalam rilis Tim Media & Humas PBSI.
 
"Bersyukur Alhamdulillah bisa jadi ranking satu di akhir tahun, tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Pastinya ini hasil kerja keras kami berdua dan tim pelatih juga tim pendukung. Ini jadi tahun terbaik kami sebagai pasangan, semoga bisa lebih konsisten dan lebih enjoy di setiap pertandingan," sambung Rian.
 
Menariknya, Fajar/Rian mengaku tidak memiliki trik khusus dalam pencapaian menjadi ganda putra terbaik dunia. Mereka menyebutkan hanya perlu fokus di setiap pertandingan dan tidak memikirkan target terlalu jauh.
 
"Kami tidak menyangka bisa jadi nomor satu, karena kita hanya fokus lebih menikmati pertandingan, tidak terlalu memikirkan hasil. Kalau menang tidak cepat puas, kalau kalah kami segera evaluasi," tutur Rian.
 
"Kuncinya selalu fokus di setiap pertandingan, tidak terlalu memikirkan jauh tapi bermain meningkat di setiap kesempatan," timpal Fajar.
 
Menjelang 2023, Fajar/Rian meyakini persaingan ganda putra akan semakin ketat. Semua pasangan akan mencoba merebut tampuk tertinggi, apalagi kualifikasi Olimpiade Paris 2024 juga akan dimulai. Fajar/Rian pun berharap bisa mempertahankan performa terbaiknya pada tahun depan.
 
"Tahun 2023 pasti akan lebih ketat, apalagi ada penghitungan poin ke Olimpiade. Yang jelas jangan lengah dan jangan puas sampai di sini," ungkap Fajar.
 
"Pasti semua pemain akan fokus untuk merebut ranking satu. Kami tidak mau memikirkan kalau kami ranking satu, karena itu hanya ranking. Kalau sudah di lapangan, semua pemain bisa menang dan bisa kalah. Jadi tetap harus fokus dan enjoy. Semakin di atas, pasti tantangan pun semakin berat. Jadi kami harus lebih mempersiapkan mental," tutup Rian.
 
Saat ini, Fajar/Rian sudah kembali berlatih di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, untuk menyambut turnamen pembuka 2023, Malaysia Open. Turnamen tersebut naik kelas dari BWF World Tour Super 750 ke BWF World Tour Super 1000 dan akan bergulir di Kuala Lumpur pada 10-15 Januari mendatang. 

 
(KAH)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif