Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. (Foto: dok. medcom.id)
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. (Foto: dok. medcom.id)

Eksklusif Ahsan/Hendra: Soal Gelar All England, Kans ke OIimpiade, dan Regenerasi Ganda Putra

Olahraga bulu tangkis wawancara olahraga
Alfa Mandalika • 22 Maret 2019 07:00

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan mampu membuktikan bahwa usia yang tidak muda masih bisa berprestasi. Mereka juga bercerita tentang kesempatan tampil di Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang.

SORAK suporter di Birmingham Arena pecah tatkala Mohammad Ahsan melakukan smes keras ke sisi pertahanan ganda Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Ya, Ahsan dan Hendra Setiawan menjadi juara di turnamen bergengsi All England. Padahal, mereka tidak bermimpi untuk menang.
 
Hal itu diutarakan oleh Ahsan. Dia bilang, dirinya dan Hendra tidak terpikir memenangkan gelar. Terpenting, tampil konsisten setiap pertandingan yang dijalani.
 
Memang, Ahsan/Hendra sempat diragukan tampil cemerlang di All England. Apalagi, Hendra juga diganggu cedera betis. Tetapi, berkat mental baja dan ketenangan, mereka mampu mengubah hal yang tidak mustahil menjadi mungkin.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ahsan/Hendra membagikan cerita perjuangannya kepada medcom.id di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta. Selain seputar All England, mereka juga memberikan komentar terkait persiapan tampil di Olimpiade 2020 Tokyo hingga regenerasi sektor ganda putra.
 
Tentang peluang untuk tampil di Olimpiade, Ahsan bilang, tidak mau berambisi. Tetapi, mereka lebih memilih mengeluarkan kemampuan terbaik.
 
Ahsan juga tak ingin pusing dengan persaingan untuk memperebutkan satu tempat untuk tampil ke Olimpiade Tokyo 2020.
 
"Saya tidak terlalu memikirkan persaingannya yang bagaimana, melakukan yang terbaik saja, dan semoga mendapatkan hasil maksimal, nanti kan PBSI yang akan menentukan, kita juga kalau ambisi dan tidak sesuai harapan nanti kita kecewa," ujar Ahsan kepada medcom.id saat wawancara, Kamis 21 Maret 2019.
 
Berikut petikan wawancara medcom.id bersama ganda putra yang dijuluki The Daddies:
 
Bisa diceritakan perjuangan dan kendala terbesar di All England kemarin?
 
Hendra Setiawan:
Kendala terbesar ya pertama dari lawan-lawannya semuanya tidak mudah. Kebetulan saya ada sedikit kakinya, itu menjadi salah satu kendala juga, sepertinya dua hal itu menjadi kendala terbesar.
 
Mohammad Ahsan:
Sama juga, selain kualitas lawan, kemarin koh Hendra sempat sakit, jadi saya harus fokus pada diri sendiri juga dan jangan sampai kepikiran tentang kondisi Hendra, jangan sampai membesarkan lawan juga dan harus yakin dengan kemampuan sendiri.
 
Bagaimana kondisi cedera betisnya, Hendra?
 
Hendra Setiawan:
Sekarang sudah sudah tidak apa-apa, sudah sembuh total, hanya cedera ringan saja.
 
Ini gelar kedua All England kalian, bagaimana rasanya setelah menjadi juara di usia yang tidak muda lagi?
 
Mohammad Ahsan:
Pastinya senang ya, perjuangannya tidak mudah, di umur seperti ini, persaingannya juga kuat-kuat, dan kita tidak tahu juga bisa juara, karena kita tidak ekspektasi juara, kita cuma berusaha maksimal saja, dan alhamdulillah bisa juara.
 
Kalian sempat berpisah sejak Olimpiade Rio 2016, bagaimana cara kalian membangun chemistry kembali?

Baca: Belum Mau Gantung Raket, Ahsan/Hendra Targetkan Olimpiade

Hendra Setiawan:
Sebenarnya tidak susah ya, kita sudah berpartner dari 2012 hingga 2016, jadi cuma pisah satu tahun dan itu bukan masalah.
 
Mohammad Ahsan:
Saya juga tidak merasa ada masalah, walaupun Hendra berada di luar, sparring juga di sini dan suka latihan bareng.
 
Bagaimana kalian membagi waktu antara keluarga dan karier?
 
Mohammad Ahsan:
Sebisa mungkin, ketika libur, jalan bareng atau main bareng, seperti itu sih, bisa liburan kemana, karena kita pekerjaannya begini, jadi mau tidak mau dijalani ya.
 
Hendra Setiawan:
Sama juga, paling Sabtu dan Minggu kita pergi kemana. Misalkan ke puncak dari Sabtu dan Minggunya sudah pulang lagi, karena Senin sudah kembali latihan.
 
Bagaimana cara kalian untuk menjaga fisik agar tetap prima dan terhindar dari cedera?
 
Mohammad Ahsan:
Pertama kita tanamkan motivasi ya, supaya kita tidak ketinggalan dengan pemain lain dan itu tidak mudah. Lalu, latihannya juga sama porsinya dengan atlet-atlet pelatnas, jadi dengan yang muda-muda, porsi latihan kita tetap sama.
 
Untuk satu tempat di Olimpiade Tokyo, kalian akan bersaing dengan Fajar Alfian/ Muhammad Rian, bagaimana menghadapi persaingan dengan yang lebih muda?
 
Hendra Setiawan:
Tantangannya mereka masih fresh istilahnya, tenaganya juga masih kuat, terus yang utama, mereka masih fresh.
 
Mohammad Ahsan:
Saya tidak terlalu memikirkan persaingannya yang bagaimana, melakukan yang terbaik saja, dan semoga mendapatkan hasil maksimal, nanti kan PBSI yang akan menentukan, kita juga kalau ambisi dan tidak sesuai harapan nanti kita kecewa.
 
Bagaimana regenerasi ganda putra Indonesia menurut kalian?
 
Hendra Setiawan:
Ya kalau di ganda putra, istilahnya kita banyak stock-nya. Jadi di bawah-bawahnya ada Fajar/Rian, Berry/Hardianto, itu sudah sama levelnya. Jadi ya, untuk beberapa waktu ke depan, ganda putra Indonesia masih aman.
 
Apa gelar yang saat ini kalian idamkan?
 
Mohammad Ahsan:
Terlalu diidamkan juga tidak, kita menjalani saja, kita tidak berpikir, ketika datang dan harus juara, kalau saya tidak terlalu mikir kesana ya, yang penting setiap babak bagaimana melewatinya, dan tetap optimistis, dan tidak punya ambisi.
 
Bagaimana penilaian kalian tentang Markus Fernaldi/Kevin Sanjaya?
 
Hendra Setiawan:
Ya mereka memang istilahnya pemain yang komplet, jadi dari serangannya, pertahanannya bagus semua. Sekarang mereka juga masih peak performance umur-umur segini.
 
Mohammad Ahsan:
Saya rasa, mereka punya sesuatu yang spesial, mereka unggul dari ganda putra Indonesia lainnya. Tapi kan, kita semua bisa saling mengalahkan, tapi secara kualitas, mereka lebih di atas.
 
Video: Taktik Indra Sjafri Terbangkan Garuda Muda
 

(ASM)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif