Wahyu Agung Prasetyo/Pulung Ramadhan (dok. PBSI)
Wahyu Agung Prasetyo/Pulung Ramadhan (dok. PBSI)

Pontianak International Challenge

Pontianak International Challenge 2026: Wahyu/Pulung Susah Payah ke Final

Gregorius Gelino • 29 Agustus 2026 20:09
Ringkasnya gini..
  • Wahyu/Pulung berhasil bermain lebih lepas untuk menang atas Rian/Edgar.
  • Wahyu/Pulung yang sempat tidak yakin karena menghadapi Rian/Edgar berhasil mengubur keraguan tersebut dan berhasil menang.
  • Wahyu/Pulung bertekad mempersiapkan diri lebih baik untuk menjuarai final Pontianak International Challenge 2026.
Pontianak: Wahyu Agung Prasetyo/Pulung Ramadhan berhasil mengalahkan senior mereka, Muhammad Rian Ardianto/Daniel Edgar Marvino, untuk menembus final Pontianak International Challenge 2026. Tyo/Pulung menang rubber game atas Rian/Edgar dengan skor 21-15, 14-21, dan 21-15.
 
Pertarungan kedua pasangan pelatnas ini menyuguhkan aksi saling kejar angka yang menegangkan. Meski sempat kehilangan fokus di game kedua, Wahyu/Pulung berhasil bangkit dan tampil dominan pada gim penentuan.

Main Lepas

Menanggapi hasil positif tersebut, Pulung Ramadhan mengaku bersyukur bisa menyelesaikan laga tanpa kendala fisik dan mengunci kemenangan. Kunci utama keberhasilan mereka terletak pada kesiapan mental dan rasa percaya satu sama lain.
 
"Hari ini ya alhamdulillah kami selesai pertandingan tidak ada cedera dan bisa memenangkan pertandingan. Mungkin hari ini lebih ke nothing to lose saja, lebih ke yakin sama diri sendiri dan pasangan," kata Pulung.

Rasa Ragu yang Berbuah Keyakinan

Di sisi lain, Wahyu Agung Prasetyo (Tyo) mengakui bahwa dirinya sempat merasa kurang percaya diri saat awal melangkahkan kaki ke lapangan. Namun, komunikasi yang intens bersama Pulung perlahan mengikis rasa ragu tersebut.

Baca juga: Pontianak International Challenge 2026: Yere/Patra Menang Dramatis Atas Lintang/Evano

"Tadi masuk lapangan ada rasa kurang yakin, tapi seiring berjalannya waktu saya terus meyakinkan diri kalau kami bisa," papar Tyo. 

Faktor seringnya berlatih bersama di pelatnas juga menjadi nilai tambah. Karena sudah mengantongi kelebihan dan kekurangan lawan, duel sengit ini pada akhirnya ditentukan oleh ketahanan mental di atas lapangan.
 
"Kami kan sudah sering latihan bareng, sudah tahu lebih kurangnya masing-masing jadi tadi lebih ke persiapan mental di lapangannya, tidak mau kalah," jelas Pulung.

Fokus Menatap Laga Berikutnya

Kemenangan ini tak lantas membuat ganda putra peringkat tujuh turnamen tersebut berpuas diri. Menghadapi laga berikutnya di Pontianak International Challenge 2026, mereka memilih fokus pada persiapan internal ketimbang terlalu pusing memikirkan kekuatan calon lawan.
 
"Besok kami harus lebih fokus, lebih menyiapkan apa yang harus dipersiapkan. Intinya kami mau siap di diri kami dulu, tidak memikirkan lawan," ungkap Pulung.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan