Laga berlangsung ketat sejak awal. Lintang/Evano, yang sempat membuat kejutan dengan menumbangkan wakil Chinese Taipei di babak sebelumnya, terus memberikan tekanan hebat hingga memaksa pertandingan berlanjut ke gim penentu.
Tegang di Poin Kritis
Gim ketiga menjadi panggung drama sesungguhnya. Yeremia/Patra sempat berada di situasi sulit akibat kesalahan sendiri dan tertinggal di momen-momen krusial."Di game ketiga, kami berniat untuk langsung menekan mereka tapi malah mati-mati sendiri. Ada 4-5 poin kami melakukan kesalahan. Dari situ agak tegang dan jadi bingung mau main seperti apa," tutur Yere.
"Tapi kami tetap percaya, saling menyemangati satu sama lain. Akhirnya bisa mengejar dan bisa menang. Saat tertinggal 16-19 memang kami mengubah pola dengan tidak banyak bermain net," kata Yere.
Baca juga: Pontianak International Challenge 2026: Richie Tanpa Kesulitan ke Final
"Mereka tampil sangat baik, bikin kejutan juga kemarin lawan Chinese Taipei. Jadi kami sudah antisipasi dan menyangka akan mendapat perlawan ketat. Besok kami harus menyiapkan lagi, pastinya mau juara," ucap Patra.Kalah Pengalaman
Di sisi lain, kekalahan tipis ini memberikan pelajaran berharga bagi pasangan Lintang/Evano. Meski gagal melangkah ke final, pencapaian hingga babak empat besar menjadi modal krusial untuk karier mereka ke depan."Tadi cukup seru permainannya dari awal tapi di poin-poin akhir gim ketiga kami kalah pengalaman dan kurang tenang," ujar Lintang.
"Puji Tuhan bisa sampai sejauh ini. Dari awal sampai semifinal tidak ada yang mudah, ramai terus mainnya. Ini modal buat kami tapi je depan harus persiapkan lebih matang lagi," ungkap Evano.
Kemenangan ini membawa Yeremia/Patra melangkah ke partai puncak dengan kepercayaan diri tinggi. Pengalaman mengatasi tekanan di saat kritis menjadi bekal berharga mereka untuk menuntaskan misi akhir naik ke podium tertinggi.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda