Adaptasi Angin
Meski menang dalam dua game, Putri merasa Mikaela memberikan perlawanan yang cukup baik dan sempat merepotkannya. Untungnya, Putri yang menang angin pada game pertama bermain lebih berani dan pada game kedua Mikaela kesulitan mengendalikan kekuatan pukulannya sehingga sering melakukan kesalahan sendiri."Pertama bersyukur tidak ada cedera apapun dan kedua untuk keseluruhan hari ini puas dengan mainnya, karena juga lawan sebenarnya cukup bagus. Dia lumayan ulet tapi memang kondisi di lapangan ada menang kalah angin," ujar Putri usai pertandingan.
Baca juga: Kejuaraan Dunia BWF 2026: Putri KW Siap Tempur
"Di game pertama dia di sisi lapangan yang kalah angin jadi lebih enak untuk mendorong-dorong bolanya, itu membuat saya agak ragu tapi saya mencoba terus lebih berani saja. Di game kedua dia kesulitan untuk mengontrol pukulan, powernya yang besar membuat banyak bola keluar," jelasnya.Ingin Ganti Warna Medali
Sebagai pemegang medali perunggu di edisi Kejuaraan Dunia BWF sebelumnya, ekspektasi tinggi berada di bahu tunggal putri peringkat enam dunia ini. Kendati membawa ambisi besar untuk naik ke podium yang lebih tinggi, Putri memilih untuk tetap membumi dan menjaga fokusnya."Ke depan pastinya fokus terus, konsistensi dan pikiran di lapangannya itu harus kuat. Saya berharap performa saya bisa seperti di Jepang Open kemarin," paparnya.
"Tekanan pasti ada karena hasil baik tahun lalu. Pengennya di sini bisa ganti warna medali, tapi semua itu kan nggak gampang. Di tahun kemarin saya nggak mikir dan nggak menyangka juga bisa dapat medali, hanya bermain nothing to lose. Sekarang saya ingin nothing to lose dulu," bebernya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda