Kekalahan ini terasa menyakitkan karena pasangan Indonesia sempat tampil dominan dan mengamankan gim pertama dengan telak. Namun, momentum justru berbalik pada gim kedua dan ketiga. Ye/Nicole berhasil bangkit membaca pola permainan, sementara Rehan/Gloria kerap kehilangan fokus di poin-poin krusial.
Faktor Penentu Kekalahan dan Evaluasi Lapangan
Selepas pertandingan, Rehan mengakui bahwa dirinya dan Gloria kurang tenang saat menghadapi situasi genting di pengujung laga. Faktor terburu-buru dalam melancarkan serangan membuat lawan lebih mudah keluar dari tekanan."Alhamdulillah pertandingan hari ini bisa berjalan lancar dan Tidak ada yang cedera. Tadi mungkin di poin-poin akhir kurang tenang dan masih terburu-buru," ujar Rehan.
Kendati demikian, ia tetap mengambil hikmah positif dari kejuaraan bergengsi ini untuk menghadapi turnamen berikutnya dengan kesiapan mental yang lebih matang. "Hal positifnya pasti ada, tapi lebih diingatkan mau lawan siapapun itu sama, tinggal siapa yang lebih siap di lapangan yang bisa menang," jelas Rehan.
Baca juga: Kejuaraan Dunia BWF 2026: Sempat Panik, Jojo Ungkap Kunci Kemenangan
Senada dengan sang partner, Gloria Emanuelle Widjaja paling menyayangkan jalannya gim kedua. Sempat tertinggal dengan selisih angka yang cukup jauh, mereka sukses mengejar ketertinggalan sebelum akhirnya kehilangan kesempatan emas di poin-poin akhir.Kaget Hadapi Perubahan Lawan
Gloria juga menyoroti perubahan taktik lawan di game penentuan. Pasangan Taiwan dinilai semakin nyaman dan in dengan pola permainan mereka. Selain itu, kelengahan dalam mengantisipasi penempatan bola ke arah Ye Hong Wei—yang dikenal memiliki keunggulan individu—menjadi celah yang dimanfaatkan oleh sang lawan untuk mengunci kemenangan."Saya lebih menyayangkan di gim kedua. Setelah di tertinggal jauh kami bisa mendekat, sayang di poin terakhirnya kurang baik padahal ada kesempatan. Mungkin karena ngejarnya terlalu jauh juga," kata Gloria.
"Di game ketiga mereka sudah mulai enak mainnya, sudah in jadi kami terburu-buru untuk menghasilkan poin. Kami juga sering lupa untuk tidak mengarahkan bola ke Ye Hong Wei karena dia cukup spesial," urai Gloria.
Hasil minor di BWF World Championships 2026 ini menjadi pekerjaan rumah bagi sektor ganda campuran pelatnas untuk memperbaiki konsistensi permainan, terutama dalam meredam tekanan psikologis di poin-poin kritis.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda