Al-Asad terpilih menjadi juara bukan karena kostum atau berbagai atribut yang aneh. Menurut Imam selaku pimpinan suporter Al-Asad, para juri kagum karena yel-yel serta nyanyian mereka mampu bergema sepanjang turnamen. Selain itu, yel-yel milik mereka juga mudah memancing para penonton lain untuk larut dalam euforia.
"Suporter lain sebetulnya banyak yang mengenakan kostum aneh-aneh, misalnya baju adat dayak atau papua. Tapi, sepertinya juri memenangkan kami karena yel-yelnya konsisten dan mudah untuk diikuti pengunjung lain," ujar Imam kepada Metrotvnews.com, Minggu 7 Juni.
Ketika memberikan dukungannya, Al-Asad membentangkan spanduk besar di tribun Istora Senayan yang bertuliskan "Only God Can Stop Us to Support Indonesia". Di antara mereka yang berjumlah 25 orang, ada yang membawa instrumen perkusi, seperti cymbal dan snare drum.
Kemudian, Kostum yang mereka kenakan juga tidak terlalu mencolok. Al-Asad hanya kompak mengenakan kaus berwarna merah, dan bagi para wanita juga dilengkapi jilbab hitam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News