Amri mengakui pasangan Indonesia tersebut sebenarnya memiliki peluang besar pada game pertama. Mereka bahkan sempat unggul 19-16 sebelum akhirnya momentum berbalik ke pasangan Tiongkok.
"Bersyukur walau hasilnya tidak yang kami harapkan. Final tadi kami merasa excited, sangat bergairah dari awal. Di game pertama kami sempat unggul 19-16 tapi kami gagal memanfaatkan momentum," ungkap Amri.
Amri/Nita Kehilangan Momentum di Game Pertama
Keunggulan 19-16 pada game pertama menjadi momen yang sangat menentukan. Setelah pasangan Tiongkok mampu mengejar dan membalikkan keadaan, Amri/Nita mengaku kesulitan keluar dari tekanan."Itu jadi titik balik mereka, mereka jadi berani mengembangkan pola permainan mereka sementara kami tidak bisa lepas dari tekanan sampai gim kedua selesai," ulas Amri.
Kondisi tersebut membuat Amri/Nita kehilangan game pertama dengan skor 19-21. Pada game kedua, Jiang Zhen Bang/Wei Yaxin semakin mampu mengendalikan permainan hingga akhirnya menang 21-8.
Komunikasi dan Saling Percaya Jadi Kunci Amri/Nita ke Final
Terlepas dari hasil final, perjalanan Amri/Nita hingga perebutan medali emas menunjukkan konsistensi mereka di turnamen besar. Amri menyebut komunikasi dan rasa saling percaya menjadi salah satu kunci keberhasilan mereka mencapai final Asian Games 2026. "Menurut kami kunci bisa ke final adalah berkomunikasi satu sama lain, mempercayai satu sama lain. Saya dan Nita selalu berkata, kami bisa melakukannya di setiap poin, kami bisa melakukannya di setiap pertandingan, kami fokus di setiap poin untuk mendapatkan poin berikutnya," ujar Amri.Pencapaian di Asian Games 2026 juga melanjutkan tren positif pasangan tersebut setelah sebelumnya mampu mencatatkan hasil baik di Kejuaraan Dunia. Amri berharap pencapaian tersebut menjadi modal bagi mereka untuk terus menjaga konsistensi dan mengejar prestasi yang lebih tinggi pada turnamen-turnamen berikutnya.
"Dengan capaian yang baik di Kejuaraan Dunia dan Asian Games, kami berharap ke depan kami bisa konsisten ke depan dan mencapai hasil yang lebih dari ini," urai Amri.
Nita Persembahkan Medali untuk Diri Sendiri dan Amri
Bagi Nita, medali perak Asian Games 2026 memiliki arti tersendiri. Ia mempersembahkan medali tersebut pertama-tama untuk dirinya sendiri sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan yang telah dilalui."Saya mempersembahkan medali ini kepada diri saya sendiri dulu pertama, karena saya bisa buktikan dan saya tidak pernah menyerah sampai saya mendapatkan ini. Juga untuk kak Amri, yang selalu percaya bahwa kami bisa melakukannya bersama-sama," kata Nita.
Nita juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga, PBSI, jajaran pimpinan organisasi, serta tim ganda campuran yang telah memberikan dukungan selama persiapan menuju Asian Games 2026.
"Untuk keluarga, untuk PBSI, bapak Ketua Umum, bapak Wakil Ketua Umum dan khususnya tim ganda campuran yang kemarin selama persiapan kami ke sini sangat membantu kami. Tidak hanya 100 persen tapi bahkan 1000 persen," ujar Nita.