Gagal Manfaatkan Keunggulan Game Pertama
Putri mengaku kecewa karena tidak mampu mempertahankan keunggulan pada game pertama. Ia sempat memimpin 11-3 saat interval, tetapi situasi pertandingan berubah setelah Wang Zhi Yi meningkatkan intensitas permainannya.“Cukup kecewa karena harusnya bisa mengambil gim pertama setelah unggul 11-3 di interval. Tapi setelah itu, Wang Zhi Yi lebih mempercepat tempo permainan walau mungkin secara pola tidak berubah. Dengan itu serangan dia lebih dapat menyulitkan saya,” ujar Putri.
Menurut Putri, perubahan tempo tersebut membuat serangan lawan semakin sulit diantisipasi. Meski pola permainan Wang Zhi Yi tidak banyak berubah, peningkatan kecepatan membuat Putri kesulitan mempertahankan kendali pertandingan.
Kesempatan untuk merebut game pertama pun terlepas. Wang Zhi Yi berhasil membalikkan keadaan dan menutup game pembuka dengan kemenangan 21-17.
Kehilangan Kendali di Game Kedua
Memasuki fase berikutnya, Wang Zhi Yi semakin mampu mengendalikan jalannya pertandingan. Konsistensi permainan wakil Tiongkok tersebut menjadi salah satu faktor yang menyulitkan Putri untuk kembali menemukan ritme terbaiknya.Putri juga menyoroti kualitas pukulan Wang Zhi Yi, terutama pada game pertama. Menurutnya, lawan mampu menjaga akurasi pukulan meski bermain dalam kondisi lapangan yang kurang menguntungkan karena kalah angin.
“Setelah itu kendali permainan berpindah ke dia dan dia konsisten dengan apa yang diterapkan. Di game pertama juga dia yang posisinya kalah angin pukulannya tidak ada out-nya, dia bisa menarik saya setengah ke belakang,” jelas Putri. Kemampuan Wang menempatkan bola secara akurat membuat Putri harus bekerja lebih keras untuk mengimbangi permainan. Situasi tersebut turut menyulitkan tunggal putri Indonesia itu untuk membangun serangan dan membalikkan tekanan.
Pada game kedua, Putri belum mampu membendung permainan lawan. Ia akhirnya kembali kehilangan gim dengan skor 16-21, sekaligus memastikan langkahnya terhenti di perempat final Denmark Open 2026.
Alihkan Fokus ke French Open 2026
Meski gagal melangkah ke semifinal Denmark Open 2026, Putri tidak ingin terlalu lama larut dalam kekecewaan. Ia kini mengalihkan fokus ke turnamen berikutnya, yakni French Open 2026.Putri menyadari bahwa tantangan di Prancis tidak akan mudah. Terlebih, arena pertandingan yang baru menjadi faktor yang perlu diperhatikan karena membutuhkan proses adaptasi terhadap kondisi lapangan.
“Minggu depan ke French Open dengan arena yang baru, yang kami belum pernah main di sana pasti adaptasinya berbeda lagi. Kondisinya bagaimana harus cepat menyesuaikan,” katanya.
Adaptasi menjadi salah satu pekerjaan penting bagi Putri menjelang French Open. Ia perlu memahami kondisi arena secepat mungkin agar dapat menemukan permainan terbaik dan tampil lebih kompetitif saat menghadapi lawan-lawannya.
Pengalaman dari Denmark Open diharapkan bisa menjadi bahan evaluasi bagi Putri, terutama dalam menjaga keunggulan, mengantisipasi perubahan tempo lawan, serta mempertahankan kepercayaan diri ketika berada dalam tekanan.
Lebih Yakin dan Percaya Diri
Putri menegaskan keinginannya untuk meraih hasil yang lebih baik pada turnamen selanjutnya. Selain memperbaiki aspek teknis permainan, ia juga ingin meningkatkan keyakinan terhadap kemampuan yang dimiliki.“Saya pengen lebih baik lagi hasilnya, di setiap pertandingannya juga harus lebih yakin lagi dan percaya diri sama kemampuan yang ada,” pungkasnya.