Fajar/Fikri Akui Wakil Thailand Bukan Lawan Mudah
Fajar Alfian mengungkapkan rasa syukur atas kemenangan yang diraih bersama Muhammad Shohibul Fikri. Menurutnya, Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul tampil cukup baik sehingga pertandingan harus dijalani dengan konsentrasi penuh."Pertama alhamdulillah bersyukur diberikan kelancaran hari ini. Untuk pertandingan tadi tidak mudah melawan pasangan Thailand, mereka bermain sangat baik selain memang laju shuttlecock hari ini cukup kencang," ujar Fajar.
Kondisi lapangan dengan shuttlecock yang melaju cepat turut memengaruhi pola permainan Fajar/Fikri. Bahkan, Fajar mengaku beberapa kali melakukan kesalahan sendiri, terutama ketika pukulannya melewati garis lapangan.
"Beberapa kali saya di game pertama dan kedua melakukan kesalahan sendiri dengan out bola yang terlalu panjang. Otomatis pola permainan kami berdua juga berbeda dengan kemarin, kemarin bola cukup kencang tapi hari ini terasa lebih kencang lagi," papar Fajar.
Meski menghadapi kendala tersebut, Fajar/Fikri mampu menjaga keunggulan pada momen-momen penting. Mereka akhirnya menutup game pertama dengan skor 21-17 sebelum memastikan kemenangan pada game kedua dengan skor 21-16.
Laju Shuttlecock Cepat Jadi Kunci Permainan Fajar/Fikri
Muhammad Shohibul Fikri juga menyoroti perbedaan kondisi permainan dibandingkan pertemuan sebelumnya melawan pasangan Thailand di Asian Games. Menurut Fikri, laju shuttlecock di Nagoya terasa lebih berat, sedangkan di Denmark justru lebih kencang. Perbedaan tersebut membuat strategi permainan yang diterapkan harus disesuaikan. Situasi tersebut membuat pertandingan berlangsung dengan tempo cepat dan tidak terlalu banyak reli panjang."Dari segi permainan pasti ada perbedaan dengan pertemuan sebelumnya di Asian Games. Di Nagoya laju bola cukup berat sedangkan di sini kencang jadi tadi kami nggak banyak rally, lebih banyak pukulan satu-duanya dan mereka lebih kewalahan menghadapinya, mereka tertekan terus," beber Fikri.
Fajar/Fikri mampu memanfaatkan kondisi itu untuk terus memberikan tekanan kepada lawan. Strategi menyerang dengan tempo cepat menjadi salah satu faktor yang membantu ganda putra Indonesia mengendalikan pertandingan hingga memastikan kemenangan dua gim langsung.
Menanti Lawan di Semifinal Denmark Open 2026
Setelah melewati tantangan dari pasangan Thailand, Fajar/Fikri kini mengalihkan fokus ke babak semifinal Denmark Open 2026. Mereka masih menunggu hasil pertandingan antara Goh Sze Fei/Nur Izzuddin dari Malaysia dan Liang Wei Keng/Wang Chang dari Tiongkok untuk mengetahui lawan yang akan dihadapi pada pertandingan berikutnya.Fajar menegaskan bahwa siapa pun lawannya, ia dan Fikri harus tetap menjaga fokus serta mempersiapkan diri sebaik mungkin. Namun, jika harus berhadapan dengan pasangan China, Fajar/Fikri memiliki motivasi tambahan. Mereka ingin membalas dua kekalahan yang dialami saat menghadapi pasangan tersebut di Asian Games sebelumnya.
"Besok di semifinal kami menunggu pemenang antara Goh Sze Fei/Nur Izzuddin atau Liang Wei Keng/Wang Chang, siapapun lawannya kami harus fokus dan siap memberikan yang terbaik," kata Fajar.
"Kalau ketemu pasangan China kami ingin membalas kekalahan dua kekalahan di Asian Games kemarin," pungkas Fajar.