Menurut Jonatan, sektor tunggal putra saat ini semakin merata karena banyak pemain muda telah memiliki kualitas untuk bersaing di level tertinggi.
“Saya rasa bukan di turnamen ini saja, sekarang tunggal putra sudah semakin rata dalam arti pemain muda sekarang juga bagus-bagus,” ujar Jonatan ketika diwawancarai Tim Media & Humas PBSI setelah mengalahkan wakil Jerman, Matthias Kicklitz, dengan skor 21-15, 21-14 pada babak 64 besar, Selasa (18/8/2026).
Pemain yang akrab disapa Jojo itu menilai kemunculan pemain muda berkualitas bukan lagi sesuatu yang mengejutkan. Mereka dinilai sudah memiliki kemampuan yang cukup untuk menghadapi para pemain papan atas dunia.
“Banyak yang bukan buat kejutan lagi tapi memang sudah layak mereka untuk berada di top level. Tidak terlalu kaget,” katanya.
Peringkat Bukan Lagi Jaminan Kemenangan
Jonatan menjelaskan bahwa persaingan yang semakin ketat membuat setiap pertandingan menjadi tantangan tersendiri.
Menurutnya, hasil pertandingan tidak hanya ditentukan oleh peringkat atau catatan sebelumnya, tetapi juga kesiapan pemain ketika berada di lapangan.
“Sekarang untuk saya bagaimana persiapan di hari H-nya itu, eksekusi di dalam lapangan, kondisi perubahannya, adjust-nya, mainnya tuh di situ,” jelas Jonatan yang menempati ranking 3 dunia.
Ia menilai kemampuan melakukan adaptasi menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi turnamen besar seperti Kejuaraan Dunia.
“Kalau kita bicara di atas kertas, ya cuma di atas kertas saja. Tapi di dalam lapangan 50-50 semuanya,” tegasnya.
Pernyataan Jonatan menunjukkan bahwa persaingan tunggal putra dunia saat ini semakin terbuka. Para pemain elite harus mampu menjaga konsistensi, membaca situasi pertandingan, dan melakukan penyesuaian cepat untuk meraih kemenangan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda