Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh/MI/Rommy Pujianto
Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh/MI/Rommy Pujianto

Dukcapil dan KPU Akan Benahi Data Pemilih Pemilu 2024

Nasional kpu Pemilu 2024 Dukcapil Data Pemilih Data Pemilih Pemilu 2024
Antara • 13 Mei 2022 02:11
Jakarta: Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) segera menuntaskan masalah data pemilih Pemilu 2024. Kedua pihak sudah kembali membangun hubungan baik selama dua hari untuk mencari akar masalah dari data pemilih.
 
"Selama 2 hari kami bangun kembali chemistry, dan itu sudah kami dapat. Sudah ada kesepakatan antara KPU dan Dukcapil menyelesaikan masalah data pemilih, harus saling sinergi dan kolaborasi," kata Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh di Jakarta, Kamis, 12 Mei 2022.
 
Zudan mengatakan kerja sama penyelesaian masalah data pemilih dilakukan terpusat pada satu titik di Ditjen Dukcapil. "Data dari Ditjen Dukcapil kemudian diberikan ke KPU, selanjutnya ke KPUD dengan pemutakhiran data setiap enam bulan sekali," kata dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, kata dia, mendorong Dukcapil proaktif memutakhirkan data penduduk pada Pemilu 2024. Dia memastikan Dinas Dukcapil di 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota terus bekerja keras agar seluruh warga Indonesia merekam data KTP elektronik.
 
Korps Dukcapil, menurut dia, malah melakukan program Jebol (jemput bola) mendatangi masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, para lansia, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), ke lapas, dan suku adat terpencil untuk merekam KTP elektronik di berbagai daerah.
 
Bahkan, kata Zudan, aparatur Dukcapil tetap bertugas saat hari libur. Padahal, tak ada anggaran lembur bagi ASN Dukcapil.
 
"Dukcapil rutin melakukan program jebol saat ada pilkada atau tidak ada pilkada. Ini karena memang jiwa kawan-kawan Dukcapil yang ingin terus memberikan layanan yang proaktif," kata Zudan.
 
Zudan menilai ada progres yang baik, yakni KPU kabupaten/kota yang tak perlu lagi meminta data daftar penduduk potensial pemilih pemilihan (DP4) ke Dinas Dukcapil daerah.
 
Zudan juga menjelaskan jika pemutakhiran pada Januari, datanya bisa terkoreksi pada Februari. Kemudian, data Februari bisa terkoreksi pada Maret.
 
"Data Januari hingga Mei bisa dijadikan satu pada bulan Juni. Pemutakhiran data cukup per 6 bulan terlebih dahulu, sampai nanti masa penyiapan daftar pemilih sementara hingga ke daftar pemilih tetap," kata Zudan.
 
Sementara itu, Ketua KPU Hasyim Asyari menegaskan pihaknya sepakat untuk secara dini terus berkoordinasi dengan Dukcapil dan memetakan masalah serta solusinya bersama-sama terkait data pemilih.
 
"Pertemuan ini sangat baik untuk mendapatkan pemahaman yang sama antara Dukcapil dan KPU mengenai masalah, solusi, dan langkah strategis lainnya," kata Hasyim.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif