medcom.id, Yogyakarta: Prof Dr Pratikno M.Soc.Sc mengajukan surat pengunduran diri sebagai Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM). Pratikno mundur setelah resmi menjadi Menteri Sekretaris Negara Kabinet Kerja pimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Humas Universitas Gadjah Mada, Wiwid Wijayanti, mengatakan, surat pengunduran diri Pratikno diterima Majelis Wali Amanat (MWA) UGM Rabu (29/10/2014). Menurut perempuan berkacamata itu, Pratikno tak otomatis lepas jabatan karena harus menunggu proses selanjutnya.
Setelah menerima surat pengunduran diri, MWA akan menggelar rapat serta meminta persetujuan Senat Akademik UGM. "Kalau sudah ada persetujuan baru diputuskan pengunduran diri diterima dan selanjutnya akan diadakan pemilihan rektor," kata Wiwid di Gedung Rektorat UGM, Yogyakarta, Kamis (30/10/2014).
Rektor pengganti Pratikno akan dipilih dari kalangan Wakil Rektor. UGM memiliki lima Wakil Rektor, yakni Iwan Dwi Prahasto, Achyari, Suratman, Budi Wignyosukarto, dan Dwikorita. Bagi UGM, pengunduran diri rektor baru pertama kali terjadi.
Sebelum menjadi Rektor, Pratikno menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik Fisip UGM pada 2003 dan Direktur Program Pascasarjana Prodi Ilmu Politik Konsentrasi Politik Lokal dan Otonomi Daerah UGM, di tahun yang sama.
Pratikno meraih gelar profesornya pada Desember 2009. Dua tahun berselang, dia dinobatkan sebagai Guru Besar. Setahun setelah itu dia dilantik menjadi Rektor UGM hingga 2017. Namun, jabatan sebagai pucuk pimpinan perguruan tinggi tersebut harus dilepasnya. Mengingat, Pratikno ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Sekretaris Negara.
Presiden Joko Widodo menyebut Pratikno serupa dengannya. Pratikno wong ndeso yang masuk kota. Kini, kata Jokowi, Pratikno merambah Jakarta. "Ini anak desa yang masuk kota," kata Jokowi saat memperkenalkan Pratikno sebagai Mensekneg Kabinet Kerja, Minggu (26/10/2014).
medcom.id, Yogyakarta: Prof Dr Pratikno M.Soc.Sc mengajukan surat pengunduran diri sebagai Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM). Pratikno mundur setelah resmi menjadi Menteri Sekretaris Negara Kabinet Kerja pimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Humas Universitas Gadjah Mada, Wiwid Wijayanti, mengatakan, surat pengunduran diri Pratikno diterima Majelis Wali Amanat (MWA) UGM Rabu (29/10/2014). Menurut perempuan berkacamata itu, Pratikno tak otomatis lepas jabatan karena harus menunggu proses selanjutnya.
Setelah menerima surat pengunduran diri, MWA akan menggelar rapat serta meminta persetujuan Senat Akademik UGM. "Kalau sudah ada persetujuan baru diputuskan pengunduran diri diterima dan selanjutnya akan diadakan pemilihan rektor," kata Wiwid di Gedung Rektorat UGM, Yogyakarta, Kamis (30/10/2014).
Rektor pengganti Pratikno akan dipilih dari kalangan Wakil Rektor. UGM memiliki lima Wakil Rektor, yakni Iwan Dwi Prahasto, Achyari, Suratman, Budi Wignyosukarto, dan Dwikorita. Bagi UGM, pengunduran diri rektor baru pertama kali terjadi.
Sebelum menjadi Rektor, Pratikno menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik Fisip UGM pada 2003 dan Direktur Program Pascasarjana Prodi Ilmu Politik Konsentrasi Politik Lokal dan Otonomi Daerah UGM, di tahun yang sama.
Pratikno meraih gelar profesornya pada Desember 2009. Dua tahun berselang, dia dinobatkan sebagai Guru Besar. Setahun setelah itu dia dilantik menjadi Rektor UGM hingga 2017. Namun, jabatan sebagai pucuk pimpinan perguruan tinggi tersebut harus dilepasnya. Mengingat, Pratikno ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Sekretaris Negara.
Presiden Joko Widodo menyebut Pratikno serupa dengannya. Pratikno wong ndeso yang masuk kota. Kini, kata Jokowi, Pratikno merambah Jakarta. "Ini anak desa yang masuk kota," kata Jokowi saat memperkenalkan Pratikno sebagai Mensekneg Kabinet Kerja, Minggu (26/10/2014).
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(JCO)