Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie). Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie). Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Pembangunan IKN Mesti Kedepankan Pendekatan Adat dan Budaya

Renatha Swasty • 27 Januari 2022 14:54
Jakarta: Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie) menyebut pembangunan Ibu Kota negara baru di Kalimantan Timur mesti mengedepankan pendekatan budaya dan adat. Hal itu agar manfaat dari pembangunan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
 
"Saya khawatir sekarang ini diam-diam. Jangan-jangan ada api dalam sekam. Apalagi menjelang 2024 isu-isu politik akan mengemuka dan rawan 'digoreng'. Sehingga perlu pendekatan dari sisi budaya yang lebih intens dalam pengembangan Ibu Kota baru di Kalimantan Timur ini," kata Rerie saat mengunjungi lokasi pembangunan Ibu Kota negara baru bersama sejumlah pimpinan MPR di Kalimantan Timur, Kamis, 27 Januari 2022.
 
Rerie menuturkan permasalahan yang timbul berkaitan dengan adat, budaya, dan sosial budaya mudah diledakkan dengan berbagai alasan. Dia meminta pemerintah memperhatikan aspek-aspek adat dan budaya dengan baik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Politikus NasDem itu mengakui dalam proses pembangunan Ibu Kota negara baru ini pemerintah sudah berupaya membangun komunikasi dengan masyarakat setempat. Namun, dia menilai sejumlah upaya membangun komunikasi belum cukup dan masih harus ditingkatkan.
 
Berdasarkan pengamatan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), kata Rerie, sebagian komunitas masyarakat setempat mengetahui ada rencana pembangunan Ibu Kota negara di wilayah mereka. Sedangkan sebagian lainnya tidak tahu.
 
Sebagian komunitas masyarakat yang tahu tentang pembangunan Ibu Kota negara baru itu belum memahami konsekuensi yang muncul. Antara lain terkait masalah sosial, budaya, kepastian hukum, dan lingkungan hidup dalam proses pembangunan Ibu Kota negara.
 
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu menyebut di sejumlah kawasan yang dibangun menjadi Ibu Kota negara merupakan wilayah tempat tinggal dari sejumlah etnis di Kalimantan Timur. Di Kabupaten Penajam Paser Utara misalnya, terdapat komunitas-komunitas dari etnis Paser dan beberapa komunitas sub etnis Dayak Kenyah dan Dayak Modang.  
 
Selain itu, di Kutai Kartanegara terdapat komunitas-komunitas dari etnis Kutai, Dayak Modang, Benuaq, Tunjung, Kenyah, Punan, dan Basab. Rerie menyebut beragamnya etnis yang bersentuhan dengan wilayah pembangunan dan pengembangan Ibu Kota negara baru, pemerintah perlu mengintensifkan pendekatan-pendekatan adat dan budaya.
 
"Agar pembangunan Ibu Kota negara baru di Kalimantan Timur memberi kemaslahatan bagi seluruh anak bangsa," kata dia.
 
Baca: KSP: Pemindahan Ibu Kota untuk Keseimbangan Pembangunan
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif