Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. ANT/Aditya Pradana.
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. ANT/Aditya Pradana.

Indonesia Dinilai Belum Butuh Wajib Militer

Nasional pertahanan negara
M Sholahadhin Azhar • 12 November 2019 13:43
Jakarta:Indonesia dinilai belum membutuhkan wajib militer. Sebab, ada banyak persayaratan yang harus dibuat untuk mendukung penerapan wajib militer.
 
Pengamat militer Muradi Clark menilai wacana Menteri Pertahanan Prabowo Subianto tak berhubungan dengan wajib militer. Prabowo disebut hanya berencana mewajibkan program pendidikan bela negara.
 
"Yang wajib itu bela negara, kalau wajib militer itu liat konteksnya," kata pengamat militer Muradi Clark kepada Medcom.id, Selasa, 12 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Muradi menyebut wajib militer belum bisa diterapkan di Indonesia.Ada banyak persayaratan yang harus dibuat untuk mendukung penerapan wajib militer.
 
Salah satunya, kondisi militer sebagai komponen utama. Muradi menyebut kondisi militer Indonesia saat ini tak bermasalah. Komponen pendukung seperti aparatur sipil negara pun tak bermasalah.
 
"Kalau bela negara memungkinkan, karena itu mengarahkan warga Indonesia memahami konteks Indonesia dan sebagainya," kata Muradi.
 
Muradi yakin Prabowo Subianto akan melanjutkan program bela negara yang dicetuskan Ryamizard Ryacudu. Ia yakin Prabowo tak akan mengganti program itu dengan wajib militer.
 
Menurutnya, Prabowo harus menjelaskan secara rinci jika ingin menerapkan wajib militer. "Karena kalau wajib militer itu (langkah) berikutnya," kata dia.
 
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ingin Indonesia memiliki komponen cadangan pertahanan. Salah satu cara dengan melibatkan mahasiswa mulai dari strata satu (S1), dua (S2), dan 3 (S3) dalam aksi bela negara.
 
"Tentunya harus diikutsertakan dalam kompetensi cadangan. Itu menyangkut pembentukan kekuatan cadangan kita yang akan mengandalkan kekuatan rakyat," kata Prabowo di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Senin, 11 November 2019.
 
Prabowo belum bisa memutuskan payung hukum pembentukan komponen cadangan itu. Sebab, Indonesia belum mengatur ihwal wajib militer untuk warganya.
 
"Dalam UU kita tidak sampai di situ, tapi lebih bersifat komponen cadangan. Nanti pada saatnya akan kita tampilkan," ujar dia.
 
Catatan dari News Research Center (NRC) Media Group ada enam negara Asia yang menerapkan wajib militer bagi warga berusia produktif. Korea Selatan mewajibkan laki-laki berusia 18-35 tahun mengikuti wajib militer dengan masa tugas 21 bulan.
 
Korea Utara menerapkan wajib militer bagi laki-laki dan perempuan berusia 17 tahun. Masa tugasnya bervariasi, laki-laki selama 10 tahun dan perempuan tujuh tahun. Sementara, Tiongkok menerapkan wajib militer bagi pria berusia antara 18-22 tahun dengan masa tugas 24 bulan atau dua tahun.
 
Tiga terakhir berasal dari negara Asia Tenggara, yakni Thailand, Singapura, dan Laos. Thailand mewajibkan pria berusia 21-27 tahun mengikuti wajib militer selama 22 hingga 24 bulan. Singapura menerapkan wajib militer selama 24 bulan untuk pria berusia 18 tahun. Dan Laos menerapkan wajib militer bagi pria berusia 18 tahun dengan masa tugas 18 bulan.
 

(DRI)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif