56,8% Masyarakat Puas Kinerja Ekonomi Pemerintah
Rilis survei LSI Denny JA/Medcom.id/Damar Iradat
Jakarta: Mayoritas publik puas dengan kinerja bidang ekonomi pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Sebanyak 56,8 persen memandang positif jerih payah pemerintahan membangun perekonomian bangsa.

"Hanya 35,6 persen yang menyatakan bahwa mereka tidak puas dengan performa pemerintah di bidang ekonomi," ujar peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Ardian Sopa, di Graha LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa, 27 November 2018.

Penilaian publik juga relatif stabil dari empat kali survei sejak Agustus 2018. Pada Agustus 2018, 60,0 persen publik menyatakan puas dengan kinerja ekonomi pemerintah.


Tingkat kepuasan publik pada kinerja pemerintah bidang ekonomi sempat menurun pada Semptember 2018. Tingkat kepuasan hanya 56,2 persen.

Baca: Ini Pembangunan Infrastruktur di 4 Tahun Jokowi

Angka tersebut naik pada Oktober 2018. Sebanyak 59,4 persen publik puas. Tingkat kepuasan tak jauh berbeda dengan tahun ini.

Ardian menjelaskan program unggulan Jokowi populer dan disukai publlik. Beberapa di antaranya, Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Beras Sejahtera (Rastra), dan Program Keluarga Harapan (PKH). Pembangunan infrastruktur dan pembagian sertifikat tanah juga sangat disukai publik. Program-program ini rata-rata di atas 50 persen dan disukai di atas 90 persen oleh mereka yang mengetahui program tersebut.
 
Publik juga optimistis kondisi ekonomi satu tahun ke depan semakin membaik. Terbukti, ada 37,8 persen yang menyatakan ekonomi akan membaik.

Sedangkan 31,3 persen menyatakan kondisi ekonomi sama saja. Sebanyak 18,5 persen menyatakan kondisi ekonomi akan memburuk.

Baca: Pembangunan Infrastruktur Berdampak Positif ke Pertumbuhan Ekonomi

Di lingkup yang lebih kecil, 58,7 persen publik optimistis kondisi ekonomi rumah tangga mereka lebih baik. Hanya 15,5 persen publik yang menyatakan tidak ada perubahan.

"Dan hanya sebesar 5,9 persen yang menyatakan pesimistis dengan kondisi ekonomi rumah tangga mereka," jelas Ardian.

Persepsi kondisi ekonomi secara umum sangat menguntungkan Jokowi sebagai calon petahana. Apalagi, publik optimistis ada perbaikan kondisi ekonomi di berbagai sektor.

"Jokowi juga diuntungkan dengan optimisme publik terhadap ekonomi rumah tangga, persepsi positif di bidang ekonomi, dan kepuasan kinerja Jokowi yang tinggi," tutur dia.

Survei dilakukan pada 10-19 November 2018 dengan metode multistage random sampling. Survei melibatkan 1.200 responden dengan wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Margin of error survei kurang lebih 2,9 persen.



(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id