Kapolri Tito Dinilai Berhasil Yakinkan Masyarakat
Ketua DPR Bambang Soesatyo (kanan)--Medcom.id/Ilham Wibowo
Jakarta: Sejumlah perbaikan pada lingkup internal dilakukan institusi Polri. Alhasil, sejumlah  apresiasi tinggi pun dituai.

Baik dalam hal pengabdian berkesinambungan, menjaga keutuhan NKRI, serta mewujudkan keamanan dan ketertiban umum.

"Cinta dan simpati masyarakat kepada Polri sudah terlihat nyata dan patut dijadikan pijakan untuk melanjutkan reformasi internal," ujar Ketua DPR Bambang Soesatyo saat menghadiri HUT ke-72 Bhayangkara, Istora, Senayan Jakarta, Rabu, 11 Juni 2018.


Baca: Perayaan HUT Bhayangkara Tahun Ini Berbeda

Melalui penugasan kepada Densus 88 Anti-Teror, kata Bamsoet, Polri konsisten memerangi sel-sel teroris di dalam negeri. Polri juga terus mengantisipasi ancaman dari para WNI simpatisan ISIS yang kembali dari Irak dan Suriah.

"Ketika beberapa elemen masyarakat coba merongrong NKRI dan Pancasila, Polri merespons semua rongrongan itu dengan langkah dan tindakan yang terukur," ucap Bamsoet.

Mata publik kian terbuka saat Polri gencar memerangi sindikat Narkoba. Tak hanya itu, Polri bahkan peduli pada persoalan kebutuhan pokok masyarakat dengan membentuk Satgas Pangan. Satgas ini dinilai terbukti berhasil memperkecil ruang gerak spekulan di pasar kebutuhan pokok.

Lebih dari itu, Polri pun dengan cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman. Sehingga mampu memberikan respons yang tepat pada kejahatan siber hingga penyebarluasan hoaz atau berita bohong. Progres dan kinerja yang berhasil diwujudkan Polri tak lepas dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

"Jenderal Tito berhasil meyakinkan seluruh elemen masyarakat bahwa Polri adalah alat negara yang siap mengayomi, melindungi dan melayani masyarakat," ucap Politikus Golkar ini.  

Baca: Kapolri Sebut Kepercayaan Publik kepada Polri Meningkat

Kepercayaan dan simpati masyarakat kepada Polri pun terus meningkat saat harapan masyarakat  diwujudkan Polri dalam menindak individu atau kelompok orang yang nyata-nyata bertindak menganggu keamanan dan ketertiban umum. Masyarakat juga memberi dukungan solid ketika Prajurit Polri menindak kelompok-kelompok yang ingin merongrong Pancasila dan mengganggu keutuhan NKRI.

"Masyarakat pun sudah mau terang-terangan mengekspresikan simpati dan duka cita ketika prajurit Polri menjadi korban akibat serangan pelaku tindak kriminal maupun serangan dari terduga teroris," tuturnya.

Eksresi publik tentang kepercayaan dan simpati  kepada Polri terlihat nyata ketika dalam beberapa kesempatan. Masyarakat membanjiri kantor-kantor polisi dengan kiriman karangan bunga. Sedangkan di dunia maya, para warga net tak segan-segan membangun semangat dukungan kepada Polri.

Lebih lanjut, Bamsoet mengatakan pekerjaan Jenderal Tito belum selesai. Publik mencatat bahwa masih ada oknum prajurit Polri berperilaku menyimpang. Kualitas layanan publik yang terus membaik kadang-kadang masih saja dinodai oleh tindakan oknum yang mencari uang sogok.  

"Banyak aduan atau laporan masyarakat yang telah disampaikan kepada Pimpinan Polri.  Untuk melanjutkan reformasi di tubuh institusi Polri, Jenderal Tito pasti tahu apa saja yang harus dilakukan," pungkas dia.



(YDH)