Industri tekstil.. Foto: dok Kemenperin.
Industri tekstil.. Foto: dok Kemenperin.

KSP Tingkatkan Pengawasan Produk Tekstil Impor

Kautsar Widya Prabowo • 18 Mei 2022 09:56
Jakarta: Kantor Staf Presiden (KSP) mendorong peningkatan pengawasan produk tekstil impor melalui label berbahasa Indonesia, label SNI (standar nasional Indonesia), dan dokumen surat keterangan asal barang (SKA). Hal ini untuk mendukung perkembangan industri tekstil dalam negeri.
 
"KSP terus memperkuat koordinasi dan sinergi antar kementerian dan lembaga dalam meningkatkan pengawasan terhadap produk impor tekstil, termasuk kemungkinan untuk semakin memperkuat regulasi-regulasi yang sudah ada,” ujar Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Panutan S dalam keterangan tertulis, Rabu, 18 Mei 2022.
 
Berdasarkan data Badan Pusat Statistika (BPS) menunjukkan kinerja Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) pada Triwulan-I tahun 2022 tumbuh sangat baik sebesar 12,45 persen year on year (yoy). Angka itu jauh lebih lebih baik sebelum pandemi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kondisi utilisasi industri TPT tergolong cukup tinggi mencapai 70-75 persen. Artinya sektor TPT memiliki potensi perekonomian yang cukup besar.
 
"Kita perlu menjaga momentum kinerja yang sudah baik ini dengan upaya dan langkah-langkah untuk menjaga pasar dalam negeri melalui peningkatan pengawasan produk tekstil impor," lanjut dia.
 
Baca: Kemenperin Anggarkan Rp8,5 Miliar untuk Restrukturisasi Mesin Industri TPT
 
Sementara itu, Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kementerian Perindustrian Elis Masitoh menyebut pemerintah telah menerapkan berbagai kebijakan untuk mendukung kinerja industri TPT. Seperti insentif tax allowance, tax holiday, trade remedies, serta kebijakan antidumping di sektor hulu. 
 
"Peningkatan kinerja industri TPT tidak terlepas dari berbagai kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah. Meskipun begitu, perlu adanya peningkatan pengawasan produk tekstil impor melalui pengecekan label berbahasa Indonesia, label SNI, dan dokumen SKA," kata Elis. 
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif