Jakarta: Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Gomar Gultom mengatakan politik identitas bagaikan pedang bermata dua. Politik identitas kerap mengangkat suara kelompok yang termarjinalkan.
"Tetapi di sisi lain dari politik identitas ini memang cenderung melanggar hak-hak kelompok lain di luar kelompok yang terhisab di kelompok identas," ujar Gomar dalam Seminar Kebangsaan bertajuk 'Masa Depan Bangsa di Tengah Maraknya Politik Identitas', di Golden Ballroom Hotel Sultan, Jakarta, Kamis, 16 Juni 2022.
Menurut Gomar, yang penting dilakukan saat ini adalah menjaga ekspresi politik identitas di ruang publik. Politik identitas harus dikelola secara baik di Indonesia.
Ke depan, partai politik (parpol) diharapkan bersikap terbuka ketika berhadapan dengan politik identitas. Terutama, terbuka dengan wacana-wacana yang ada di tengah masyarakat.
"Serta mengisahkan mereka yang ada dalam kelompok termarjinalkan dan kelompok mainstrem," kata dia.
Baca: Politik Identitas Diyakini Tak Ampuh di Pilpres 2024
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan