Pertemuan sejumlah anggota DPR RI dengan Parlemen Mesir. Istimewa.
Pertemuan sejumlah anggota DPR RI dengan Parlemen Mesir. Istimewa.

Parlemen Indonesia-Mesir Perkuat Kerja Sama

Nasional parlemen
Fachri Audhia Hafiez • 09 Maret 2019 08:33
Jakarta: Sejumlah anggota DPR mengadakan pertemuan bilateral dengan Parlemen Mesir. Pertemuan itu bakal memperkuat kerjasama bidang perdagangan, investasi, dan ekonomi.
 
"Forum bilateral antar parlemen menjadi penting untuk terus mengoptimalkan kerjasama yang sudah ada. Juga membentuk dan memperkuat peluang-peluang kerjasama yang belum terjalin," kata Wakil Ketua DPR, Fadli Zon di Jakarta, Jumat, 8 Maret 2019.
 
Pertemuan anggota DPR itu disambut Wakil Ketua I Parlemen Mesir, Mr. Mahmoud El-Sharif. Kemudian, Head of the Egypt Support Coalition the Egyptian Parliament's Majority Bloc, Mr. Abdel Hadi Al Kasabi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara Fadli didampingi oleh anggota komisi II Ria Dwi Latifa, Anggota komisi IX, Betty Shadiq Pasadigoe, dan Pius Lustrilanang. Kemudian, anggota komisi VII Taslim Azis, anggota komisi I Jazuli Juwaini dan Deputy Chief Mission Duta Besar RI di Mesir, Helmy Fauzi.
 
Dalam pertemuan tersebut, Fadli menyerahkan Memorandum of Understanding (MoU) pembentukan group kerjasama bilateral Indonesia-Mesir. MoU itu diharapkan memantapkan optimalisasi kerjasama antara Indonesia-Mesir khususnya bidang perdagangan, investasi dan ekonomi.
 
Politikus Partai Gerindra itu menjelaskan, produk utama Indonesia yang masuk ke pasar Mesir adalah minyak kelapa sawit, serat dan benang, produk kertas, plywood, kopi, sabun, pecah belah, pakaian jadi, mebel, bahan kimia, kapas, tetes tebu, dan produk karet seperti ban. Ada pun produk utama Mesir yang diimpor Indonesia antara lain adalah fosfat, kapas, tetes tebu, pupuk kimia, kurma dan buah-buahan, karpet, produk tekstil dan benang katun.
 
"Mesir menjadi pintu masuk Indonesia ke Afrika. Ini menjadi peluang untuk kerjasama di bidang perdagangan, investasi dan ekonomi. Kita harus memperkuat kerjasama ini," ujar Fadli.
 
Fadli mengatakan, perhatian pada hubungan Indonesia-Mesir harus teris ditingkatkan. Mesir adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Mesir juga bersama Indonesia merajut persahabatan di kalangan bangsa-bangsa Asia-Afrika melalui Konferensi Asia Afrika (KAA).
 
"Saya sampaikan kepada Wakil Ketua Parlemen Mesir, untuk mendukung people to people contact dengan cara memberikan bebas visa bagi masyarakat Indonesia ke Mesir. Dengan dibukanya people to people contact, secara otomatis akan membuka peluang-peluang dalam membangun kerjasama di bidang pariwisata, sosial budaya dan perekonomian," jelas Fadli.
 
Dalam kesempatan itu, Mahmoud El-Sharif menyampaikan ucapan terimakasih atas kunjungan Parlemen Indonesia. Sejak menjalin hubungan diplomatik, kedua negara senantiasa menjaga hubungan baik dan erat.
 
Hubungan Indonesia-Mesir ditandai dengan intensitas kunjungan pejabat antar kedua negara. Selain itu, kesamaan pandangan dalam berbagai isu internasional dan regional yang menjadi perhatian bersama.
 
"Serta koordinasi serta saling dukung dalam pencalonan masing-masing di berbagai organisasi dan forum internasional," ucap Mahmoud El-Sharif.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif