Cari Solusi Permasalahan Bangsa, MBI Gelar Temu Akbar
Koordinator dan pendiri MBI Radhar Panca Dahana. Medcom.id/ Damar I
Jakarta: Mufakat Budaya Indonesia (MBI) kembali menggelar Temu Akbar. Ini merupakan ketiga kalinya Temu Akbar digelar setelah tahun 2009 dan 2014.

Koordinator dan pendiri MBI Radhar Panca Dahana mengatakan Temu Akbar tahun ini dilatarbelakangi dengan kondisi masyarakat, bangsa, dan negara. Pasalnya, selama ini, negara diliputi haru biru sejumlah persoalan.

"Itu menciptakan kekhawatiran di banyak kalangan, umumnya masyarakat tentang bagaimana caranya kita mengatasi itu. Apakah kita akan tetap survive? Bagaimana kita menghadapi masa depan dengan tantangan-tantangan zaman yang begitu kritis," kata Radhar pada Medcom.id di Hotel Redtop Jakarta, Pecenongan, Jakarta Pusat, Sabtu, 24 November 2018 


Menurut dia, beberapa tantangan seperti iklim, ekonomi, geopolitik, atau diplomasi global semakin mementingkan diri sendiri. Sementara tenaga habis digunakan untuk menghadapi konflik terus berlanjut.

Hal itu justru menimbulkan tanda tanya dengan modal apa Bangsa Indonesia mampu mengatasi itu semua. Apakah modal sosial, kapital, kultural yang bisa digunakan untuk menjawab itu semua.

"Karena, modal-modal itu berbasis pada pemikiran-pemikiran founding fathers yang sudah lama, sudah 70 sampai 100 tahun yang lalu, terus kita duplikasi, kita ulang-ulang," ujar dia.

Hal itu kemudian memunculkan pertanyaan lain yakni selama 73 tahun Indonesia merdeka apakah generasi saat ini juga memiliki gagasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Padahal, seluruh elemen Indonesia memiliki tanggung jawab atas kehidupan bangsa ke depannya.

"Apa tanggung jawab kita kepada bangsa? Kepada generasi berikutnya? Apa legacy kita? Warisan kita cuma pertikaian, berantem, perpecahan, sumber daya yang habis, alam yang rusak," jelas Radhar.

Penulis antologi puisi Lalu Batu itu kemudian mengajak para budayawan, tetua adat, rohaniwan, agamawan, sampai ilmuwan senior untuk mengerahkan kekuatan dan kemampuan terbaiknya memecahkan masalah ini. Hal ini guna mendapatkan solusi terbaik bagi bangsa dan negara.

"Untuk menjawab persoalan-persoalan mutakhir dan masa depan," ujar dia.

Salah satu caranya adalah dengan memikir ulang pemikiran dasar para founding fathers. Apakah sebenarnya pemikiran para founding fathers sudah sempurna atau mungkin perlu diganti.

"Pakai perangkat atau kekuatan terbaik yang dimiliki oleh mereka, para anggota atau peserta temu akbar. Gagasan mereka," jelas Radhar.

Hasil gagasan-gagasan tersebut nantinya direkomendasikan kepada seluruh pihak, termasuk pemerintah.

"Kami rekomendasikan ke semua pihak. Pemerintah hanya salah satu pihak dari negara. Dia penyelenggara negara di bagian pemerintahan, tapi kan penyelenggara negara ada komunitas agama, komunitas budaya, komunitas akademik. Mereka bertanggungjawab juga pada negara kita," pungkas dia.



(SCI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id