Ilustrasi Medcom.id.
Ilustrasi Medcom.id.

Etika Politik Dinilai Berperan Hindari Hasil Pemilu Cacat Hukum

Antara • 17 Mei 2022 04:03
Jakarta: Para peserta maupun penyelenggara negara dalam pemilihan umum (pemilu) diharap memiliki etika politik. Ini penting untuk menghindari hasil pemilu yang cacat secara hukum.
 
"Etika politik sangat diperlukan bagi penyelenggara negara dalam pemilu ataupun pilkada agar pemilu dan pilkada tidak ternodai atau hasilnya cacat secara hukum," kata peneliti ahli utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro di Jakarta, Senin, 16 Mei 2022.
 
Menurut dia, sejauh ini keberadaan sejumlah pelanggaran terhadap etika politik yang ditemukan dalam pemilu seperti politik transaksional disebabkan oleh ketiadaan payung hukum sebagai rujukan dan pengawasan yang lemah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Etika politik terkait dengan moral politik, sedangkan politik oleh politisi hanya dimaknai sebagai penyalur kepentingan dan seni untuk meraih kekuasaan," ucap dia.
 
Siti menyebut etika politik dapat diibaratkan sebagai tulang punggung yang mendukung pelaksanaan demokrasi. "Etika politik ini adalah backbone atau tulang punggung kita dalam berdemokrasi," ujar dia.
 
Sementara itu, Ketua Umum DPP Partai Pelita Beni Pramula menilai etika politik adalah sikap berpolitik yang dilakukan secara rasional serta mengutamakan kepentingan berbangsa. Beni menilai ketiadaan penerapan etika politik terutama oleh para elite politik merupakan akibat dari ketiadaan pendidikan politik yang memadai.
 
"Kurangnya etika berpolitik sebagaimana perilaku sejumlah elite (yang tidak berpikir rasional dan mengutamakan kepentingan berbangsa) merupakan akibat dari ketiadaan pendidikan politik yang memadai," kata dia.
 
Baca: KPU Butuh Inpres Soal Durasi Kampanye Pemilu 2024 75 Hari
 
Beni menyebut suatu bangsa memerlukan pendidikan politik yang memadai melalui guru politik yang baik. Yakni mereka yang dapat mengajarkan cara berpolitik tidak hanya untuk memperebutkan kekuasaan tetapi juga dilakukan dengan penghayatan etika serta moral.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif