NEWSTICKER
Ilustrasi: Sejumlah elemen buruh mengikuti aksi memperingati Hari Buruh di kawasan Patung Kuda Jakarta. (Foto: ANTARA/Wahyu Putro)
Ilustrasi: Sejumlah elemen buruh mengikuti aksi memperingati Hari Buruh di kawasan Patung Kuda Jakarta. (Foto: ANTARA/Wahyu Putro)

Suara Buruh Menguat di DPR

Nasional Demo Buruh buruh Pelantikan Anggota DPR
Cahya Mulyana • 02 Oktober 2019 09:47
Jakarta: Representasi buruh menguat di Parlemen dengan legislator periode 2019-2024 dari kaum pekerja. Aspirasi menyangkut persoalan ketenagakerjaan dalam legislasi akan dengan mudah terwakili.
 
Legislator dari Fraksi Gerindra Obon Tabroni mengaku siap menyuarakan aspirasi kaum buruh.
 
"Jadi intinya mendengar apa yang dikehendaki masyarakat dan menyuarakannya di ruang parlemen," kata Obon di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 1 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut pengurus Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) itu, jabatannya merupakan amanah yang akan menjadi landasan setiap kerja-kerja di kursi wakil rakyat. Amanah tersebut termasuk suara buruh yang telah lama diperjuangkan.
 
Warga Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, itu melenggang ke Senayan setelah meraih 134.880 suara pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. Menurut Obon, perolehan suara tersebut merupakan buah kerja keras relawan dan pendukungnya yang bergerak mandiri.
 
"Semua tahu, mereka kan bukan relawan bayaran. Bukan juga bergerak karena iming-iming jabatan atau semacamnya. Mereka murni bergerak karena kesadaran politik perubahan. Jadi, bagi saya, semua ini tentang mereka," ungkapnya.
 
Obon mengatakan model politik partisipasi ini akan menjadi pola perjuangannya sebagai anggota parlemen untuk membela kepentingan buruh.
 
Peraturan perundangan terkait dengan buruh dan ketenagakerjaan kerap mencuatkan polemik di masyarakat. Saat ini, serikat pekerja tengah memperjuangkan penolakan revisi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
 
DPR periode jabatan 2014-2019 sempat mengagendakan pengesahan RUU Ketenagakerjaan, Namun, mereka akhirnya menunda untuk dilanjutkan pembahasannya DPR periode baru.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif