Politikus senior PPP Ahmad Muqowam. MI/Susanto
Politikus senior PPP Ahmad Muqowam. MI/Susanto

Majelis A'la PPP Diusulkan Dibubarkan

Nasional partai politik ppp sengketa ppp
Anggi Tondi Martaon • 27 Oktober 2020 16:06
Jakarta: Kepengurusan DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dikritik. Salah satu bagian dari organisasi partai, Majelis Tinggi Partai atau Majelis A'la, tidak berfungsi.
 
"Ke depan majelis tersebut (Majelis A'la) sebaiknya ditiadakan saja," kata politikus PPP Ahmad Muqowam kepada Medcom.id, Selasa, 27 Oktober 2020.
 
Mantan Wakil Ketua DPD itu mengungkapkan Majelis A'la bukan struktur sembarangan dalam sebuah partai. Struktur ini bertugas mengawasi dan menerima laporan dari DPP terkait kepengurusan partai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, keberadaan Majelis A'la PPP dianggap mati suri. DPP partai tidak pernah melaporkan terkait pengelolaan, pelaksanaan program, hingga penyelenggaraan Muktamar IX PPP.
 
(Baca: Muqowam Merasa Dijegal Maju Pemilihan Ketum PPP)
 
"Karena itu perbincangan hal yang strategis tidak pernah ada," ungkap dia.
 
Muqowam menyebut salah satu alasan Majelis A'la tidak berfungsi tergantung dari pimpinan. Sebab, pimpinan majelis bersifat ad hoc.
 
"Sehingga mau difungsikan atau tidak, majelis sangat tergantung dari ketua majelis tersebut," ujar dia.
 
Ketua Majelis A'la DPP PPP dipegang Suharso Monoarfa yang saat ini mengemban tugas sebagai Plt Ketua Umum (Ketum) PPP. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas itu telah mendeklarasikan diri sebagai Calon Ketua Umum (Caketum) PPP.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif