Jakarta: Cuaca panas belakangan ini bikin banyak orang bertanya-tanya, kapan musim hujan tiba? Menurut prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Indonesia baru memasuki musim hujan pada November hingga Desember 2026.
Namun, masyarakat perlu bersiap karena awal musim hujan diperkirakan mundur dibandingkan kondisi normal.
Awal Musim Hujan 2026 Diprediksi Mundur
Berdasarkan data BMKG per Kamis, 22 Oktober 2026, sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi masuk musim hujan pada periode November 2026 (185 ZOM; 24,66 persen luas daratan Indonesia) dan Desember 2026 (266 ZOM; 17,31 persen luas daratan Indonesia) diawali dari wilayah Sumatera bagian utara kemudian secara bertahap ke wilayah Indonesia lainnya.
Awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi datang lebih lambat atau mundur (529 ZOM; 61,08 persen luas daratan Indonesia) dan SAMA dengan normalnya (26 ZOM; 2,15 persen luas daratan Indonesia).
Baca Juga :
El Nino Bikin Musim Hujan Datang Telat, BMKG Wanti-Wanti Darurat Kekeringan
Prediksi Curah Hujan
Akumulasi curah hujan pada periode musim hujan di sebagian besar Indonesia (510 ZOM; 69,76 persen luas daratan Indonesia) diprediksi berada pada kategori normal atau mendekati kondisi rata-rata klimatologisnya.
Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami puncak musim hujan pada bulan Desember 2026 (155 ZOM; 36,94 persen luas daratan Indonesia), Januari 2027 (162 ZOM; 25,68 persen luas daratan Indonesia), dan Februari 2027 (190 ZOM; 16,79 persen luas daratan Indonesia).
Puncak musim hujan di sebagian besar Indonesia diprediksi terjadi lebih lambat atau MUNDUR (332 ZOM; 50,76 persen luas daratan Indonesia) dan SAMA dengan normalnya (275 ZOM; 39,69 persen luas daratan Indonesia).
Sebagian besar wilayah Indonesia (482 ZOM; 51,9 persenluas daratan Indonesia) diprediksi mengalami musim hujan 2026/2027 yang lebih pendek dari normalnya.
Mundurnya musim hujan terjadi karena terjadi anomali suhu muka laut di Samudera Pasifik pada Agustus 2026 di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur mencapai angka +2,83, dan indeks ENSO (El Niño Southern Oscillation) pada periode Juni-Juli Agustus 2026 menunjukkan nilai sebesar +2,20 yang berarti ENSO berada pada fase El Niño Sangat Kuat. Kondisi ENSO diprediksi akan bertahan pada fase El Niño hingga awal tahun 2027.
Jakarta: Cuaca panas belakangan ini bikin banyak orang bertanya-tanya, kapan musim
hujan tiba? Menurut prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Indonesia baru memasuki musim hujan pada November hingga Desember 2026.
Namun, masyarakat perlu bersiap karena awal musim hujan diperkirakan mundur dibandingkan kondisi normal.
Awal Musim Hujan 2026 Diprediksi Mundur
Berdasarkan data BMKG per Kamis, 22 Oktober 2026, sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi masuk musim hujan pada periode November 2026 (185 ZOM; 24,66 persen luas daratan Indonesia) dan Desember 2026 (266 ZOM; 17,31 persen luas daratan Indonesia) diawali dari wilayah Sumatera bagian utara kemudian secara bertahap ke wilayah Indonesia lainnya.
Awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi datang lebih lambat atau mundur (529 ZOM; 61,08 persen luas daratan Indonesia) dan SAMA dengan normalnya (26 ZOM; 2,15 persen luas daratan Indonesia).
Prediksi Curah Hujan
Akumulasi curah hujan pada periode musim hujan di sebagian besar Indonesia (510 ZOM; 69,76 persen luas daratan Indonesia) diprediksi berada pada kategori normal atau mendekati kondisi rata-rata klimatologisnya.
Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami puncak musim hujan pada bulan Desember 2026 (155 ZOM; 36,94 persen luas daratan Indonesia), Januari 2027 (162 ZOM; 25,68 persen luas daratan Indonesia), dan Februari 2027 (190 ZOM; 16,79 persen luas daratan Indonesia).
Puncak musim hujan di sebagian besar Indonesia diprediksi terjadi lebih lambat atau MUNDUR (332 ZOM; 50,76 persen luas daratan Indonesia) dan SAMA dengan normalnya (275 ZOM; 39,69 persen luas daratan Indonesia).
Sebagian besar wilayah Indonesia (482 ZOM; 51,9 persenluas daratan Indonesia) diprediksi mengalami musim hujan 2026/2027 yang lebih pendek dari normalnya.
Mundurnya musim hujan terjadi karena terjadi anomali suhu muka laut di Samudera Pasifik pada Agustus 2026 di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur mencapai angka +2,83, dan indeks ENSO (El Niño Southern Oscillation) pada periode Juni-Juli Agustus 2026 menunjukkan nilai sebesar +2,20 yang berarti ENSO berada pada fase El Niño Sangat Kuat. Kondisi ENSO diprediksi akan bertahan pada fase El Niño hingga awal tahun 2027.
(ANN)