Jakarta: Bintang Mahaputera menjadi salah satu tanda kehormatan negara yang diberikan kepada tokoh yang dinilai memiliki jasa luar biasa bagi bangsa dan negara. Dalam perkembangannya, sejumlah tokoh berlatar belakang militer juga menerima penghargaan tersebut, baik ketika masih aktif maupun setelah memasuki masa purnatugas.
Bintang Mahaputera pertama kali dibentuk pada 1959, tepatnya melalui Undang-Undang Darurat
Baca Juga :
HUT ke-81 TNI, Prabowo Anugerahkan Bintang Mahaputera kepada Menteri dan Petinggi TNI
Nomor 6 Tahun 1959 tentang Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera. UU tersebut ditetapkan pada 26 Juni 1959 dan mulai berlaku pada 4 Juli 1959.
Menariknya, sejak awal Bintang Mahaputera memang dirancang sebagai tanda kehormatan sipil untuk orang yang dianggap berjasa luar biasa kepada nusa dan bangsa dalam bidang tertentu di luar bidang militer. Pada aturan awal, Bintang Mahaputera disebut sebagai bintang sipil tertinggi setelah Bintang Republik Indonesia dan memiliki lima kelas.
Kemudian sistem tanda kehormatan tersebut diperbarui melalui UU Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. UU ini menggantikan sejumlah aturan lama, termasuk UU Darurat Nomor 6 Tahun 1959 tentang Bintang Mahaputera.
Dalam sistem yang berlaku sekarang, Bintang Mahaputera terdiri dari lima tingkat, yaitu Bintang Mahaputera Adipurna, Bintang Mahaputera Adipradana, Bintang Mahaputera Utama, Bintang Mahaputera Pratama, Bintang Mahaputera Nararya.
Salah satu penerima dari kalangan militer adalah Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko. Mantan Panglima TNI tersebut menerima Bintang Mahaputera Adipradana dari Presiden Joko Widodo pada 2015. Penghargaan itu diberikan bersama sejumlah tokoh nasional lainnya berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 83/TK/Tahun 2015.
Nama lain yang menerima penghargaan tersebut adalah Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan. Mantan perwira TNI itu memperoleh Bintang Mahaputera Adipradana pada 2020 ketika menjabat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Pada tahun yang sama, Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu, yang pernah menjabat Menteri Pertahanan, juga menerima Bintang Mahaputera Adipradana.
Pada penganugerahan 2020, sejumlah pimpinan TNI lainnya juga mendapatkan Bintang Mahaputera. Mereka antara lain Jenderal TNI (Purn.) Gatot Nurmantyo, yang pernah menjabat Panglima TNI, serta Jenderal TNI (Purn.) Mulyono, mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Gatot menerima Bintang Mahaputera Adipradana, sedangkan Mulyono memperoleh Bintang Mahaputera Utama.
Dari matra laut, ada Laksamana TNI (Purn.) Ade Supandi dan Laksamana TNI (Purn.) Siwi Sukma Adji. Keduanya merupakan mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) dan menerima Bintang Mahaputera Utama dalam penganugerahan 2020. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bagian dari apresiasi negara terhadap jasa dan kiprah para pejabat negara periode sebelumnya.
Sementara dari TNI Angkatan Udara, Marsekal TNI (Purn.) Agus Supriatna dan Marsekal TNI (Purn.) Yuyu Sutisna juga tercatat sebagai penerima Bintang Mahaputera Utama pada 2020. Keduanya pernah menduduki posisi Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU).
Penganugerahan Bintang Mahaputera kepada tokoh militer berlanjut pada 2024. Presiden Joko Widodo memberikan Bintang Mahaputera kepada sejumlah pejabat dan mantan pejabat negara. Dari kalangan TNI terdapat Jenderal TNI (Purn.) Agus Widjojo, Jenderal TNI (Purn.) Andika Perkasa, dan Laksamana TNI (Purn.) Yudo Margono.
Pada tahun yang sama, Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, mantan KSAD, dan Marsekal TNI (Purn.) Fadjar Prasetyo, mantan KSAU, juga menerima Bintang Mahaputera Utama. Penganugerahan tersebut termasuk dalam 42 penerima Bintang Mahaputera pada peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI.
Pada 2025, daftar penerima semakin panjang. Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan Bintang Mahaputera kepada 88 tokoh berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 74/TK/Tahun 2025. Di dalamnya terdapat sejumlah tokoh berlatar belakang militer, termasuk Jenderal TNI (Purn.) Dading Kalbuadi, Jenderal TNI (Purn.) Solihin Gautama Purwanegara, serta Jenderal TNI (Purn.) Sayidiman Suryohadiprojo.
Nama lain dari kalangan militer dalam daftar 2025 adalah Jenderal TNI (Purn.) Mochamad Jasin, Jenderal TNI (Purn.) Hartono Rekso Dharsono, dan Jenderal TNI (Purn.) Kemal Idris. Ketiganya tercatat sebagai penerima Bintang Mahaputera dalam keputusan Presiden Prabowo tersebut.
Selain itu, terdapat Letjen TNI (Purn.) Rais Abin, yang juga memperoleh Bintang Mahaputera pada 2025. Nama Rais Abin dikenal dalam sejarah militer Indonesia, termasuk kiprahnya dalam penugasan internasional. Daftar 2025 juga mencantumkan Mayjen TNI (Purn.) Zacky Anwar Makarim sebagai penerima Bintang Mahaputera.
Pemberian HUT TNI
Penganugerahan kepada tokoh militer kembali berlangsung pada 2026. Dalam peringatan HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026, Presiden Prabowo memberikan Bintang Mahaputera kepada tujuh tokoh. Untuk kategori Bintang Mahaputera Adipurna, penerimanya adalah Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin, dan Jenderal TNI Agus Subiyanto.
Sementara itu, Bintang Mahaputera Adipradana pada kesempatan tersebut diberikan kepada Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Laksamana TNI Muhammad Ali, dan Marsekal TNI M. Tonny Harjono. Keempatnya saat ini merupakan bagian dari pimpinan TNI, masing-masing sebagai Wakil Panglima TNI, KSAD, KSAL, dan KSAU.
Rangkaian penerima tersebut menunjukkan bahwa Bintang Mahaputera tidak hanya diberikan kepada pejabat sipil. Dalam sejumlah penganugerahan, tokoh militer juga memperoleh penghargaan berdasarkan jasa dan pengabdiannya kepada negara. Penerimanya berasal dari berbagai periode, mulai dari perwira senior yang memiliki kiprah dalam sejarah TNI hingga pimpinan TNI pada periode pemerintahan saat ini.
Dengan demikian, nama-nama seperti Moeldoko, Luhut Pandjaitan, Ryamizard Ryacudu, Gatot Nurmantyo, Mulyono, Ade Supandi, Siwi Sukma Adji, Agus Supriatna, Yuyu Sutisna, Andika Perkasa, Yudo Margono, Dudung Abdurachman, Fadjar Prasetyo, hingga tujuh penerima pada 2026 menjadi bagian dari deretan tokoh militer yang pernah mendapatkan Bintang Mahaputera. Penganugerahan terbaru pada HUT ke-81 TNI sekaligus menambah daftar panjang tokoh militer penerima tanda kehormatan tersebut.
Jakarta: Bintang Mahaputera menjadi salah satu tanda kehormatan negara yang diberikan kepada tokoh yang dinilai memiliki jasa luar biasa bagi bangsa dan negara. Dalam perkembangannya, sejumlah tokoh berlatar belakang militer juga menerima penghargaan tersebut, baik ketika masih aktif maupun setelah memasuki masa purnatugas.
Bintang Mahaputera pertama kali dibentuk pada 1959, tepatnya melalui Undang-Undang Darurat
Nomor 6 Tahun 1959 tentang Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera. UU tersebut ditetapkan pada 26 Juni 1959 dan mulai berlaku pada 4 Juli 1959.
Menariknya, sejak awal Bintang Mahaputera memang dirancang sebagai tanda kehormatan sipil untuk orang yang dianggap berjasa luar biasa kepada nusa dan bangsa dalam bidang tertentu di luar bidang militer. Pada aturan awal, Bintang Mahaputera disebut sebagai bintang sipil tertinggi setelah Bintang Republik Indonesia dan memiliki lima kelas.
Kemudian sistem tanda kehormatan tersebut diperbarui melalui UU Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. UU ini menggantikan sejumlah aturan lama, termasuk UU Darurat Nomor 6 Tahun 1959 tentang Bintang Mahaputera.
Dalam sistem yang berlaku sekarang, Bintang Mahaputera terdiri dari lima tingkat, yaitu Bintang Mahaputera Adipurna, Bintang Mahaputera Adipradana, Bintang Mahaputera Utama, Bintang Mahaputera Pratama, Bintang Mahaputera Nararya.
Salah satu penerima dari kalangan militer adalah Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko. Mantan Panglima TNI tersebut menerima Bintang Mahaputera Adipradana dari Presiden Joko Widodo pada 2015. Penghargaan itu diberikan bersama sejumlah tokoh nasional lainnya berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 83/TK/Tahun 2015.
Nama lain yang menerima penghargaan tersebut adalah Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan. Mantan perwira TNI itu memperoleh Bintang Mahaputera Adipradana pada 2020 ketika menjabat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Pada tahun yang sama, Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu, yang pernah menjabat Menteri Pertahanan, juga menerima Bintang Mahaputera Adipradana.
Pada penganugerahan 2020, sejumlah pimpinan TNI lainnya juga mendapatkan Bintang Mahaputera. Mereka antara lain Jenderal TNI (Purn.) Gatot Nurmantyo, yang pernah menjabat Panglima TNI, serta Jenderal TNI (Purn.) Mulyono, mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Gatot menerima Bintang Mahaputera Adipradana, sedangkan Mulyono memperoleh Bintang Mahaputera Utama.
Dari matra laut, ada Laksamana TNI (Purn.) Ade Supandi dan Laksamana TNI (Purn.) Siwi Sukma Adji. Keduanya merupakan mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) dan menerima Bintang Mahaputera Utama dalam penganugerahan 2020. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bagian dari apresiasi negara terhadap jasa dan kiprah para pejabat negara periode sebelumnya.
Sementara dari TNI Angkatan Udara, Marsekal TNI (Purn.) Agus Supriatna dan Marsekal TNI (Purn.) Yuyu Sutisna juga tercatat sebagai penerima Bintang Mahaputera Utama pada 2020. Keduanya pernah menduduki posisi Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU).
Penganugerahan Bintang Mahaputera kepada tokoh militer berlanjut pada 2024. Presiden Joko Widodo memberikan Bintang Mahaputera kepada sejumlah pejabat dan mantan pejabat negara. Dari kalangan TNI terdapat Jenderal TNI (Purn.) Agus Widjojo, Jenderal TNI (Purn.) Andika Perkasa, dan Laksamana TNI (Purn.) Yudo Margono.
Pada tahun yang sama, Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, mantan KSAD, dan Marsekal TNI (Purn.) Fadjar Prasetyo, mantan KSAU, juga menerima Bintang Mahaputera Utama. Penganugerahan tersebut termasuk dalam 42 penerima Bintang Mahaputera pada peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI.
Pada 2025, daftar penerima semakin panjang. Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan Bintang Mahaputera kepada 88 tokoh berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 74/TK/Tahun 2025. Di dalamnya terdapat sejumlah tokoh berlatar belakang militer, termasuk Jenderal TNI (Purn.) Dading Kalbuadi, Jenderal TNI (Purn.) Solihin Gautama Purwanegara, serta Jenderal TNI (Purn.) Sayidiman Suryohadiprojo.
Nama lain dari kalangan militer dalam daftar 2025 adalah Jenderal TNI (Purn.) Mochamad Jasin, Jenderal TNI (Purn.) Hartono Rekso Dharsono, dan Jenderal TNI (Purn.) Kemal Idris. Ketiganya tercatat sebagai penerima Bintang Mahaputera dalam keputusan Presiden Prabowo tersebut.
Selain itu, terdapat Letjen TNI (Purn.) Rais Abin, yang juga memperoleh Bintang Mahaputera pada 2025. Nama Rais Abin dikenal dalam sejarah militer Indonesia, termasuk kiprahnya dalam penugasan internasional. Daftar 2025 juga mencantumkan Mayjen TNI (Purn.) Zacky Anwar Makarim sebagai penerima Bintang Mahaputera.
Pemberian HUT TNI
Penganugerahan kepada tokoh militer kembali berlangsung pada 2026. Dalam peringatan HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026, Presiden Prabowo memberikan Bintang Mahaputera kepada tujuh tokoh. Untuk kategori Bintang Mahaputera Adipurna, penerimanya adalah Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin, dan Jenderal TNI Agus Subiyanto.
Sementara itu, Bintang Mahaputera Adipradana pada kesempatan tersebut diberikan kepada Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Laksamana TNI Muhammad Ali, dan Marsekal TNI M. Tonny Harjono. Keempatnya saat ini merupakan bagian dari pimpinan TNI, masing-masing sebagai Wakil Panglima TNI, KSAD, KSAL, dan KSAU.
Rangkaian penerima tersebut menunjukkan bahwa Bintang Mahaputera tidak hanya diberikan kepada pejabat sipil. Dalam sejumlah penganugerahan, tokoh militer juga memperoleh penghargaan berdasarkan jasa dan pengabdiannya kepada negara. Penerimanya berasal dari berbagai periode, mulai dari perwira senior yang memiliki kiprah dalam sejarah TNI hingga pimpinan TNI pada periode pemerintahan saat ini.
Dengan demikian, nama-nama seperti Moeldoko, Luhut Pandjaitan, Ryamizard Ryacudu, Gatot Nurmantyo, Mulyono, Ade Supandi, Siwi Sukma Adji, Agus Supriatna, Yuyu Sutisna, Andika Perkasa, Yudo Margono, Dudung Abdurachman, Fadjar Prasetyo, hingga tujuh penerima pada 2026 menjadi bagian dari deretan tokoh militer yang pernah mendapatkan Bintang Mahaputera. Penganugerahan terbaru pada HUT ke-81 TNI sekaligus menambah daftar panjang tokoh militer penerima tanda kehormatan tersebut.
(SAW)